Akibat Proyek Tol Bocimi Warga Ditimpa Longsor, Tiga Korban Dilarikan Ke RSUD Ciawi

Cijeruk – bogoronline.com – Musibah banjir akibat longsornya tebingan yang sedang diratakan untuk proyek Tol Bocimi dikampung Limus Nunggal, Desa Ciherang pondok, menyisakan tanda tanya besar bagi para korban dan masyarakat sekitar. Pasalnya selama bertahun – tahun mereka tinggal disana belum pernah terjadi peristiwa semacam itu.

Dalam peristiwa tersebut, tujuh orang terseret arus setinggi 5 meter, mereka adalah, Ujang Fakot (38), Neneng (29), Esih (2), Ratna (25), Yuyu (19), Jenab (14) dan Susi (19). Dari keterangan saksi mata, Ahmad, banjir yang membawa tanah dari proyek tol tersebut datang tiba – tiba sekitar pukul 9.45 kemari.

“Air besar itu diduga datang dari proyek tol Bocimi yang sedang melakukan prataan tanah,” paparnya.

Kerugian materi dari musibah tersebut menurut ketua RT 01/05, Apip, ditaksir sekitar 350 juta rupiah. “Satu unit mobil terendam banjir, satu rumah rusak parah dan satu kolam lele yang menampung ribuan ekor ekor ikut tergerus banjir,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Desa Ciherang Pondok, Nanad Najmudin, mengungkapkan dari ketujuh korban 3 diantaranya dilarikan ke RSUD Ciawi.

“Pihak Desa dan kecamatan langsung sigap datang kelokasi dan melakukan pertolongan pada korban bencana dan ketiga orang yang mengalami luka cukup serius adalah Ujang Fakot, Esih dan Neneng,” jelasnya.

Kerugian warga atas adanya pekerjaan proyek Tol Bocimi dengan kontraktor PT Posco bukan hanya dirasakan di Kampung Limus Nunggal, sebelumnya warga pernah protes atas rusaknya jalan lingkungan akibat keluar masuknya alat berat dan mobil bertonase berat, kemarahan warga akhirnya dilampiaskan pada alat berat yang terparkir disekitar proyek selang beberapa jam musibah longsor dilimus nunggal terjadi.

Terpisah, Petugas BPBD Kabupaten Bogor, Jaka, mengklaim peristiwa bencana bukan hanya terjadi didesa Ciherang pondok, tapi juga didesa Ciadeg dan Srogol Kecamatan Cigombong. (Edwin)