Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Pahami dan Sukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2016

BABAKANMADANG- bogoronline.com – Untuk mensukseskan prorgam Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor melakukan sosialisasi kepada ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Bogor, di Hotel Lor In Sentul Babakanmadang, Selasa (26/4). Hal itu dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat pentingnya Sensus Ekonomi 2016, karena hasil data tersebut bermanfaat pada pemetaan potensi pembangunan Kabupaten Bogor serta memberikan kontribusi positif terhadap PDRB Kabupaten Bogor.

Kepala BPS Kabupaten Bogor, Erwan Syahriza menuturkan, Sensus Ekonomi 2016 ini merupakan Sensus Ekonomi yang rutin dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Ini merupakan Sensus Ekonomi yang ke empat yang sebelumnya telah dilakukan pada tahun1986,1996, dan 2006. Pada SE 2016 ini ada 19 sektor jenis usaha yang akan didata yakni, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan,Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin,Pengadaan Air, Pengelolaan Air Limbah.

Selanjutnya Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, Aktivitas Remediasi, Konstruksi,Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor,Pengangkutan dan Pergudangan,Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Aktivitas Keuangan dan Asuransi, Real Estat, Aktivias Profesional, Ilmiah dan Teknis, Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha, Pendidikan,Aktiivas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial, Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi, Aktivitas Rumah tangga yang memperkerjakan pekerja domestic,Aktivitas Pelayanan Lainnya, sertaAktivitas  Badan Internasional.

“Sensus Ekonomi akan dilaksanakan selama satu bulan, mulai dari tanggal 1 hingga 31 Mei 2016 mendatang, semua pelaku usaha yang ada di Kabupaten Bogor akan kami data, kecuali pengusaha pertanian karena mereka telah kami data pada tahun 2013 lalu,” tutur Erwan.

Ia juga menjelaskan, pada SE 2016 mulai Mei mendatang pihaknya akan menerjunkan sebanyak 7334 petugasyang telah dilatih dan dibina selama satu bulan. Masyrakat atau pengusaha akan disodorkan beberapa pertanyaan seperti,Nama Usaha/Perusahaan, Alamat Usaha/Perusahaan, Kegiatan utama Usaha/Perusahaan, Status badan usaha, Jumlah tenaga kerja, Jaringan perusahaan, Nilai pengeluaran usaha,Nilai pendapatan usaha, Permodalan, dan Kendala dan Prospek usaha.

“Kami tegaskan kepada seluruh masyarakat atau pelaku usaha untuk bisa memberikan jawaban dan data apa adanya. Para petugas sudah kami berikan surat tugas resmi, tidak perlu khawatir semua data atau kerahasiaan akan dijaga dengan baik. Semua rahasia kami lindungi oleh Undang-Undang No.16 Tahun 1997 tentang statistik, jika petugas kami membocorkan kerahasiaan data tersebut maka mereka akan dikenakan sangsi,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Ekonomi pada Badan Perencanaan dan pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Wawan Haryono mengatakan, Hasil data Sensus Ekonomi ini sangat dibutuhakan untuk memetakan berbagai potensi di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga setiap wilayah dapat dikonsep dengan baik perencanaan pembangunannya. Sehingga tidak ada jenis usaha yang tinpang tindih yang akhirnya tidak memberikan kontribusi baik terhadap peningkatan Laju Ekonomi mmasyarakat di Kabupaten Bogor.

“Tidak hanya itu capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor kedepannya akan terlihat dengan optimal, sehingga kita bisa mengetahui permasalahan apa, kontribusi dari usaha apa yang paling besar memberikan dampak terhadap pembangunan Kabupaten Bogor. Sehingga kami bisa semakin optimis untuk mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia,” imbuh Wawan. (BO/Dewi/Diskominfo Kabupaten Bogor)

 

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *