Visi Kabupaten Bogor Termaju tidak Diubah

Cibinong – bogoronline.com – Kendati berat dan tak mungkin tercapai, namun para petinggi di Kabupaten Bogor, tetap optimis Bogor jadi kabupaten termaju di Indonesia, pada tahun 2018 mendatang akan tercapai.
“Ya walaupun sekarang ini ada revisi atau perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD). Tapi soal visi menjadikan visi Bogor jadi kabupaten termaju tidak diubah atau tetap,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Syarifah Sofiah, kepada wartawan, Jum’at (20/05).
Menurut putri mantan Bupati Ayip Rughby tersebut, 25 penciri yang menjadi indicator atau parameter Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia tetap mendapatkan prioritas utama, semisal penuranan angka kemiskinan serta meningkatkan rata-rata lama sekolah.
“Dalam pembahasan revisi RPJMD memang ada beberapa yang diubah dan itu menyesuaikan dengan metode penghitungan yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS),” ujarnya.
Dilain pihak, Wakil Ketua DPRD, Iwan Setiawan menegaskan, perubahan RPJMD ini mengesankan Pemerintah Kabupaten Bogor dibawah pimpinan Nurhayanti, gagal dalam mewujudkan visi kabupaten termaju di Indonesia.
“Keberadaan satu masjid raya di setiap kecamatan saja belum terpenuhi. Angka rata-rata lama sekolah juga masih jauh dari harapan. Lalu angka kemiskinan, dari target lima persen pada 2018, kini masih diatas delapan persen,” ungkapnya.
Politisi Gerindra itu menambahkan, jika yang direvisi nanti mencakup indikator serta 25 penciri dalam mewujudkan visi kabupaten termaju di Indonesia sama artinya Bupati Nurhayanti lempar handuk putih alias menyerah.
“Memang sih, 25 penciri sebagai indakator Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia cukup berat untuk direalisasikan dalam waktu lima tahun, apalagi sisi pemerintahan Nurhayanti tinggal dua tahun lagi, sehingga sangat tidak mungkin semua penciri itu tercapai,” tegasnya. (zah)