Banyaknya Jalan Rusak, Jaro Ade Tuding Lemahnya Pengawasan dan Perencanaan

Cibinong – bogoronline.com – Lemahnya pengawasan dan perencanaan untuk pembangunan dan perbaikan jalan dituding sebagai faktor utama kerusakan jalan di Kabupaten Bogor. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (13/06).

Menurut politisi Partai Golkar Kabupaten Bogor ini, banyak hal yang menyebabkan jalan rusak meski belum lama diperbaiki. Salah satunya, pembangunan atau perbaikan jalan tidak dibarengi dengan pembangunan atau perbaikan drainase.

Selain itu, kendaraan bertonase tinggi juga menyumbang salah satu penyebabnya. Kerusakan jalan juga disebabkan karena spesifikasi bahan aspal atau beton yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diterapkan oleh perusahaan pemenang proyek.

“Artinya, sebagai tata kelola pemerintahan yang baik, salah satu yang harus dievaluasi terkait dengan masalah jalan di Kabupaten Bogor adalah dalam proses perencanaan dan pengawasnya. Baik di Bappeda maupun konsultannya,” kata Jaro Ade sapaannya.

Ia mencontohkan, peroalan jalan yang sempat mencuat di Bojoonggede, menurutnya, di tahun sebelumnya yang sudah ada pembangunan maka otomatis ditahun berikutnya ada lanjutan pembangunan jalan. “Berarti kan ada sisa pekerjaan, dan itu otomatis harus dilanjutkan, kalau tidak masuk pekerjaan ditahu berikutnya lantas Dinas kerjaannya ngapain aja, termasuk Bappeda,” ungkapnya.

Jaro Ade menambahkan, dari pemelihaaraan dan peningkatan jalan sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), anggaran sebesar Rp 620 miliar telah dialokasikan. “Dan itu tidak pernah kurangi oleh badan anggaran, termasuk alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan,” imbuhnya.

Masih kata Jaro Ade, Jalan karadenan sudah masuk dalam anggaran 2016 dia meminta lelangnya di percepat karena masarakat sangat membutuhkan jalan tersebut “Saya sudah minta kepada masarakat untuk sabar nunggu dinas binamarga dan KLPBJ menyeleseikan tahapan – tahapan sesuai aturan,” tegasnya.

Kepala Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor Budi Cahyadi Wiryadi menyebutkan, dari data yang dimiliki, permohonan yang diajukan oleh DBMP untuk dapat diproses lelang sudah mencapai 198 paket lelang dari 200 lebih proyek kegiatan di DBMP.

Sedangkan pemenang lelang terdapat 66, 17 paket yang sedang dalam proses tayang, 2 gagal lelang dan 113 sedang dalam proses persiapan. “Kalau yang gagal bukan berarti gagal total, tapi bisa diulang lagi,” sebutnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, puluhan ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, melakukan unjukrasa memprotes jalan rusak dengan cara menggelar aksi mancing di jalanan dan menebar ratusan ikan didalam kubangan air dijalanan.

Kerusakan jalan penghubung antara Kelurahan Karadenan dengan kawasan Pomad Kota Bogor ini terbilang sangat parah, di sepanjang jalur terdapat kubangan air hingga sedalam 30 centimeter. Kondisi ini membuat pengguna jalan sering mengalami kecelakaan.

Meskipun kerusakan sudah terjadi lama namun hingga kini Pemda Kabupaten Bogor belum terlihat akan memperbaiki jalan tersebut. Warga juga mengancam akan mengajukan gugatan class action jiga pemda tak segera memperbaiki jalan rusak tersebut.

Kasi Pengadaan Pekerjaan Konstruksi pada KLPBJ Joko P menyebutkan, berkas lelang untuk ruas jalan Pomad – Karadenan sudah masuk dimejanya. Namun, masih dalam tahap persiapan.

“Masih dalam tahap persiapan, nilai anggarannya sebesar Rp 4,3 Miliar. Artinya belum tayang di LPSE tapi dokumennya sudah masuk di KLPBJ, harapannya minggu depan sudah tayang sehingga proses lelang lebih cepat mendapatkan pemenang tender,” tukasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.