Indonesia Masa depan adalah Membangun HANURA yang lebih Maju

HANURA Harus membangun kesadaran baru, cara baru untuk memandang hal-hal yang lama. Dengan cara inilah kader-kader nya akan mampu beraksi secara efektive dan effisien.

Dalam proses kaderisasinya, kader harus difahamkan dan dimahirkan kemampuan akan mengenal apa itu fakta objective, fakta-fakta yang senang atau tidak senang fakta itu ada, yaitu fakta apa adanya.

Kader harus terlatih mencari fakta-fakta objective, lalu terlatih mengkatagorisasikannya, manganalisanya, lalu menarik kesimpulan dan memverifikasikannya.

Belajar dari sejarah bahwa bangsa Eropa bisa menjajah Nenek Moyang kita, karena mereka mengerti dan faham fakta Objective Nusantara saat itu. Dan mereka juga sudah mengenal Humaniora, artinya faham gramatika, retorika tidak hanya mengenal Logika tetapi Psikologika, Sosiologika Antropologika dan Etmologika. Fakta Sejarah.

Belajar dari Sebagian kecil Fakta Objektive pemerintahan Negeri kita tercinta ; yaitu pola pemerintahan sentralistik, orang yang berfikir sentralistik memandang bahwa Negara akan stabil kalau dipimpin oleh orang yang memiliki kekuatan dana dan tentara.

Sementara orang yang berfikir kebalikannya atau Desentralistik yaitu yang tertinggi yang harus dipatuhi dalam masyarakat adalah hukum, adat, sementara para pemerintah adalah pelaksana ; maka derajat tertinggi adalah Undang-Undang ; bukan pemerintah, bukan orang, bukan Lembaga.

Maka dalam pemerintahan sentralistik, pola pikir dan system fakta objective tidak berjalan atau lenyap dan elit politik berpegang pada undang-undang yang berdasarkan POLITIK saja, bukan berdasarkan ETIK.

Belanda waktu menjajah Nusantara menerapkan pemerintahan sentralistik kolonial Nusantara, undang-undang nya dibuat berdasarkan kebutuhan Politik kolonial penjajahan bukan berdasarkan Demokrasi ; makanya Undang-Undang yang diterapkan di Nusantara berbeda dengan Undang-undang yang diberlakukan di Negeri Belanda.

Masih banyak Fakta Objective Desentralistik Demokratik yang dapat kita lihat di Negeri tercinta ini ; contoh nya BALI, ACEH, ada yang muncul tapi belum tegas yaitu Solo, Kodya Bandung, Purwakarta, masih banyak lagi yang lainnya kelihatannya akan menyusul ; di sana terlihat penerapan Humaniora dan pemerintahnya mandahulukan pembangunan sarana-sarana kemerdekaan Rakyat dan hukum serta nilai-nilai etika morah budaya dan Agama menjadi Panglimanya, sementara pemerintahnya adalah pelaksana.
Hebat kan ???

Kalau saja kader-kader politik HANURA (bukan hanya partainya saja, tapi termasuk Ormas nya) mau dan mampu memandang fakta objektive atau catatan masa lalu dan menarik kesimpulan serta memferifikasikannya, Lalu membuat tindakan-tindakan untuk menuju masyarakat Indonesia sesuai cita-cita Bangsa Indonesia, maka disanalah Indahnya HANURA yang mampu hidup dalam Hati Nurani Rakyat Indonesia.

Hmm … Semoga catatan ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Bogor, 1 Juni 2016
Ir. Suprianto.
Wa.ketua DPC Partai HANURA Kab.Bogor.

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.