Jalan Kemang – Parung Jalur Berbahaya Bagi Pemudik

Kemang – bogoronline.com – Para pemudik yang berasal Ciputat dan Tengerang, khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua harus berhati-hati, ketika memasuki Jalan Raya Kemang – Parung.

Pasalnya jalan utama yang menghubungkan sejumlah kota di Jawa Barat dan Banten ini, kerap dilanda banjir. Kondisi diperparah dengan banyaknya lubang di tengah badan jalan.

“Jalan Kemang – Parung yang merupakan jalan utama tak pernah luput dari banjir, saat hujan deras turun, kondisi ini sangat berbahaya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua,” kata Roni, pengendara sepeda motor asal Desa Parung, Kecamatan Parung, Rabu (29/06).

Kepala Desa Kemang Entang Suarna mengatakan, banjir yang merendam badan Jalan Kemang – Parung itu, diakibatkan tak berfungsinya saluran air di kanan kiri jalan, akibat saat hujan turun.

“Kami sudah meminta ke Kementerian Pekerjaan Umum, agar drainase di Jalan Kemang – Parung diperbaiki, karena pada menjadi jalur utama bagi pemudik yang akan pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri,” ungkapnya.

Dilain pihak Kepala Kepolisian Resort Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyudi Arie Seto meminta, para pemudik tidak menggunakan jalur alternatif, karena kondisinya kurang memadai untuk dilintasi.

“Jalan alternatif yang ada di wilayah hukum kami kondisinya tidak ideal, lebih baik pakai jalur utama,” jelas mantan Kapolres Majalengka ini, disampaikan saat rapat kordinasi (Rakor) pengamanan Idul Fitri bersama unsur Muspida.

Sementara terkait jalur alternatif yang mayoritas dalam kondisi rusak, Bupati Nurhayanti menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor untuk memantau jalur-jalur tersebut.  Jika memungkinkan Nurhayanti meminta, jalan alternatif yang kondisinya rusak diperbaiki dalam waktu singkat.

“Saya sudah mengintruksikan kepada Dinas Bina Marga dan Pengairan, khusus jalan-jalan alternatif yang rusak diperbaiki sebelum Idul Fitri,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun  jalan milik Kabupaten Bogor yang kondisinya rusak panjangnya mencapai 435,7 kilo meter dari total 1,748 kilo meter. Untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di 414 ruas, Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran hingga Rp 98,3 miliar.

Bahkan gara-gara jalan rusak, Bupati Nurhayanti bersama kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan menjadi tergugat I dan II, setelah Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Zentoni, yang mendapatkan surat kuasa dari warga Bojonggede menggugatnya secara perdata ke Pengadilan Negeri Cibinong. (zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.