Penyanderaan Pasien Oleh RS Mary Ketua DPRD Berang

Cileungsi, bogoronline.com- Seorang pasien miskin yang mengalami keguguran Sri Mulyani (26) disandera pihak Rumah Sakit (RS) Mary Cileungsi. Warga Kampung Babakan RT 3/9 Desa Sukasirna Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor ini disandera lantaran tidak mampu membayar biaya perawatan dan pengobatan.

Pasien yang ditahan pihak rumah sakit dalam kondisi lemah tanpa pengobatan karena infusnya dicabut oleh pihak RS, harus membayar biaya sebesar Rp 6,7 juta.

Sedangkan pasien hanya memiliki uang Rp 1 juta. Selain tidak memiliki uang yang cukup, Sri yang berprofesi sebagai guru, juga tidak memiliki fasilitas BPJS. Sehingga pihak RS menahannya sampai uang yang di tentukan dibayar lunas.

“Saya menyesalkan kejadian itu. Apalagi pemerintah saat ini sedang mengupayakan masyarakat tidak ada yang terlantar di RS karena alasan biaya,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Jaro Ade kepada bogoronline.com, Sabtu (18/6) di Cariu saat mendampingi Ketua DPD PG Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Safari Ramadhan.

Lanjut Jaro Ade yang juga Ketua DPD PG Kabupaten Bogor, kejadian ini mestinya tidak perlu terjadi andai pihak manajemen RS Mary tidak kaku. Dirinya yakin, masih banyak cara yang bisa ditempuh.

“Kedepan, saya berharap, tidak ada lagi RS yang melakukan kejadian seperti ini. Karena kalau sudah menyandera pasien, urusannya sudah lain. Ini sudah menyangkut kemanusiaan apalagi menelantarkan” pungkas Calon Bupati Bogor ini. (Yusuf)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.