Sat Pol PP Nunggu Limpahan DTBP THM Parung Sementara Aman Beroperasi

Kemang – bogoronline.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), diminta tidak hanya menindak Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Kecamatan Kemang saja, tapi juga di kecamatan lainnya, semisal Parung, sebab THM di Parung sampai terkesan tidak tersentuh.
“Jika ingin menegakan Perda Nomor 04 tahun 2015, Sat Pol PP harus bersikap adil, artinya tidak tebang pilih, semua THM yang terbukti melanggar dan tak mengantongi izin harus ditindak, bahkan kalau perlu diratakan dengan tanah, seperti di Kecamatan Kemang,” pinta seorang warga Kemang, Selasa (31/05).
Keberadaan THM di Kecamatan Kemang, seperti di Blok Kiray, Empang dan Yuli, sedikitnya banyaknya membantu warga yang belum memiliki pekerjaan mendapatkan penghasilan. “Sejak THM di Kemang dibongkar pekan lalu, praktis kami tak memiliki penghasilan. Namun, jujur saja, kami iri, kok di Kecamatan Parung aman-aman saja. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” ujarnya.
Pada pekan lalu, Satuan Polisi Pamong Praja tanpa tending aling-aling merobohkan 19 bangunan THM di Kecamatan Kemang. Pembongkaran tersebut, karena pendirian THM itu menyalahi fungsi, selain untuk menghidupkan kembali program Nonghol Babat (Nobat) yang selama beberapa tahun mati suri.
Dari hasil pantauan Jurnal Bogor THM di Kecamatan Parung, berada di Desa Jabon Mekar, Pamergarsari dan Parung.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Herdi ketika dikonfirmasikan menegaskan, semua THM di Kabupaten Bogor pasti akan dibongkar, namun tidak sekarang, karena masih menunggu limpahan dari Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman.
“Sat Pol PP kan sifatnya eksekutor, jadi menunggu pelimpahan dulu dari Tata Bangunan. Setelah diberikan surat peringat dan disegel, kami akan lakukan pembongkaran,” tegasnya. (zah)