DPP Partai Demokrat Santuni Korban Mudik “Brebes Berdarah”

Cibinong-bogoronline.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memberikan sumbangan terhadap 12 keluarga korban tragedi mudik lebaran Idul Fitri 1437 H yang terjebak macet di Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.

Salah satu korban mudik, Susyani (36) yang meninggal pada 4 Juli yang lalu saat menuju tanah kelahirannya yakni Kutoarjo, terjebak macet di Brebes hingga 36 jam. Susyani merupakan istri dari Irwan Khaerudin (39) warga Jl.HM.Asyari RT 05/01 Kelurahan Cibinong Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor

“Keluarga korban mendapatkan santunan dari DPP Partai Demokrat sejumlah Rp. 30 juta sebagai tanda kasih bahwa rakyat tidak sendirian menghadapi cobaan tragedi mudik kemarin,” kata pengurus DPP Partai Demokrat Didi Irawadi, dikediaman Irwan Khaerudin, Jum’at (22/07)

Menurut Didi, pemerintah pusat harus merubah managemen mudik yang memang menjadi agenda rutin tahunan. “Tragedi mudik di Brebes merupakan suatu pelajaran bagi kita semua, karena menyangkut nyawa seseorang yang tidak ternilai. manajemen mudik harus diperbaiki, dan semoga ditahun-tahun berikutnya tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Demokrat yang juga duduk di Komisi V DPR RI Anton Sukartono Surato mengatakan, pemerintah pusat untuk lebih banyak menyediakan fasilitas disepanjang jalur mudik. “Kami tidak saling menyalahkan, karena setiap tahun masyarakat mudik. Namun, kedepannya kami berharap agar Pemerintah Pusat dapat menyediakan fasilitas seperti tempat istirahan dan Pom Bensin untuk lebih diperbanyak, dan jangan sampai terulang lagi,” kata Anton.

Sementara itu, ketua panitia santunan Imelda menuturkan, pihaknya telah memberikan sumbangan kepada 8 keluarga korban tragedi mudik dari 12 keluarga. “Kami baru memberikan santunan kepada delapan keluarga dari 12 keluarga yang tersebar diberbagai daerah, tinggal empat lagi yang belum,” tuturnya.

Menurut Imelda, dana tersebut merupakan donasi dari seluruh kader DPC, DPD dan DPP dari berbagai daerah di tanah air yang digalang olehnya. “Total kami mendaptak sumbangan dari para kader dan simpatisan Partai Demokrat sebesar Rp.450 juta, satu keluarga mendapat sumbangan sebesar Rp.30 juta,” imbuhnya.

Sementara itu, Irwan Khaerudin, yang tidak menyangka akan mendapat bantuan dari DPP Partai Demokrat mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas bantuan yang diberikannya. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh DPP Partai Demokrat,” kata Irwan dengan mata yang berkaca-kaca.

Irwan menceritakan kronologis tragedi yang menimpa keluarganya tersebut, saat dirinya berangkat menuju Kutoarjo pada hari minggu 3 juli 2016 dengan menggunakan Bus Rosalia Indah, berangkat Pkl. 13.30 WIB dari Pool Pintu Air di Cibinong.

Di hari Senin, 4 juli 2016 sekitar pukul 16.00 wib, BUs Rosalia Indah berhenti untuk istirahat di salah satu rumah makan di daerah Larangan Brebes, korban turun dari Bus, setelah beberapa langkah berjalan, korban menyampaikan kepada dirinya bahwa merasakan pusing, tidak lama kemudian korban jatuh pingsan.

Dibantu warga sekitar, korban di bawa ke Klinik di sekitar Rest Area tersebut, tidak lama kemudian harus di rujuk ke salah satu Puskesmas di Daerah Larangan Brebes.

“Pukul lima sore, saya dapat kabar dari pihak Puskesmas bahwa istri saya sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Irwan lantas membawa pulang korban ke rumahnya di Kutoarjo dgn menggunakan mobil Ambulan Puskesmas Larangan, selanjutnya korban di kebumikan pada hari selas, 5 juli 2016 di TPU Ketawang. (di)