One Way di Jalur Puncak Akan Dihapus

Megamendung – bogoronline.com – Keinginan warga yang tinggal di Kecamatan Megamendung dan Cisarua, agar Kepolisian Resort Bogor menghapuskan sistem one way atau satu arah di Jalur Puncak, pada Sabtu dan Minggu mendapatkan dukungan dari Wakil Ketua DPRD Ade Munawaroh Yanwar atau AMY.

“Saat ini pemberlakukan sistem satu arah di jalur Puncak sudah tidak konsisten, karena Satlantas Polres Bogor memberlakukan One Way ini tidak memiliki waktu yang pasti. Akibatnya aktivitas warga di dua kecamatan terganggu,” kata AMY, ditemui usai menghadiri silaturahim dengan arga di Masjid Haratul Jannah, Megamendung.

Ketidakpastian ini, kata AMY tentunya menjadi pemicu kemarahan masyarakat dua kecamatan, imbasnya mereka mendesak Polres Bogor menghapuskan sistem one way yang diberlakukan sejak tahun 1986 itu.

“DPRD meminta kepada pihak terkait agar pemberlakukan one way ditentukan waktu dan jamnya. Sehingga masyarakat local akan tahu kapan mau bepergian ke arah Bogor dan kapan harus ke arah Puncak.

Anggota Komisi III DPRD Ade Senjaya menambahkan, aspirasi warga Kecamatan Megamendung dan Cisarua itu sudah diagendakan untuk dibahas bersama dengan Kepolisian Resort Bogor dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ),’ katanya.

Ade pun membenarkan, sistem one way membuat aktifitas dan roda perekonomian di dua kecamatan terganggu. “Macet di Puncak memang perlu ada solusinya, tapi jangan sampai merugikan warga,” ujarnya.

Sementara, Bupati Nurhayanti berencana menggelar rapat koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bogor, untuk mecari solusi terbaik bagi kelangsungan aktifitas warga Kecamatan Megamendung dan Cisarua.

“Kita sudah jadwalkan untuk musyawarah antara masyarakat dengan Muspida, karena ini kan pihak kepolisian yang lebih berwenang, tunggu saja nanti musyawarah itu akan dilaksanakan,” ujar Nurhayanti.

Sebelumnya, permintaan dihapuskannya kebijakan one way terus disuarakan masyarakat Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua melalui berbagai cara diantaranya pemasangan spanduk di sepanjang jalur Puncak. Bahkan warga pun membangun Posko pengaduan yang akan menampung keluhan warga terkait sistem one way. (Denny/Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.