Kader Partai Senior Kumpul di Mukercab PPP Kabupaten Bogor

Babakan Madang – bogoronlne.com – Konflik kepengurusan yang terjadi di tubuh PPP, ternyata tak membuat kader partai berlambang Ka’bah ditingkat akar rumput vakum melakukan kegiatan kepartaian, seperti yang dilakukan para pengurus DPC PPP Kabupaten Bogor, yang melaksanakan musyawarah kerja cabang (Mukercab) I.

“Mukercab I yang kita gelar itu sebagai ajang untuk konsolidasi, untuk persiapan menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang,” kata Ketua OC Mukercab DPC PPP Kabupaten Bogor, Taufik Saleh, Sabtu (20/08).

Mukercab yang dihadiri semua pengurus harian dan 32 pengurus anak cabang (PAC) dari 32 kecamatan itu kata Taufik, membuktikan di tingkat akar rumput kader PPP masih solid dan tak terpengaruh adanya konflik internal di tingkat pusat.

“Meski persiapannya mepet, Mukercab berlangsung sukses dan lancar, bahkan berhasil memutuskan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPC dan menyiapkan strategi untuk menghadapi Pileg 2019 mendatang,” ujarnya.

Selain dirinya kata Taufik Tim formatur juga diisi  perwakilan unsur DPW yang diwakili senior PPP Endang Kosasih dan dari DPC diwakili Teuku Hanibal Asmar. “Figur kedua anggota tim formatur itu, taka sing lagi dalam percaturan politik di Kabupaten Bogor, sehingga menambah keyakinan para kader, kalau di Pileg nanti, PPP akan meraih kemenangan khususnya di Bumi Tegar Beriman,” katanya.

Endang Kosasih, perwakilan dari pengurus DPW PPP Jabar menegaskan, PPP itu tidak pecah, yang ada hanya perbedaan pandangan saja diantara para kader. “PPP itu satu, tak ada kubu Pak Djan Faridz atau Rommy. Keduanya sama-sama PPP, hanya yang satu berpedoman pada putusan Mahkamah Agung, sementara Pak Rommy berpedoman pada surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Tapi, nanti pada akhirnya kami akan bersatu lagi, untuk bersama-sama membangkitkan dan membesarkan partai,” ungkapnya.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PPP Kabupaten Bogor, Jajang Furqon menambahkan, konflik internal kepengurusan dalam waktu dekat ini akan segera berakhir, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusannya.

“Kalau MK sudah mengeluarkan putusan, mau tidak mau atau suka tidak suka, pemerintah yang telah mengeluarkan SK kepengurusan Pak Rommy harus melaksanakan putusan MK dan tak ada upaya hukum lagi untuk menganulir putusan MK,” tegasnya.

Jajang mengatakan, untuk menyongsong Pileg 2019 mendatang, pengurus DPC baru telah mengajak kembali tokok-tokoh partai yang selama tertidur atau berkelana kemana-mana.“Banyak tokoh senior partai dan kader-kader potensial yang kembali bergabung, diantara M. Sinwan, MZ dan Indra Surkana,” ujarnya.

M. Sinwan mengaku, kembali ke PPP, karena partai berlambang Ka’bah ini, sebagai partai berasaskan Islam yang visi dan misinya jelas. “Tahun 1990 an, saya adalah kader PPP, jadi kembali kepartai ini, ibarat masuk rumah sendiri,” katanya.

Hal senada dikatakan Indra Surkana, ia mengaku masuk ke PPP, selain faktor lingkungan, di PPP dirinya mendapatkan rasa nyaman. “Teman-teman saya di Cijeruk, mayoritas kader PPP, mereka menjadi motivasi bagi saya untuk turut bergabung dan bersama-sama berjuang membesarkan partai yang dilahirkan para ulama ini,” tegas Indra, yang ditunjuk sebagai bendahara DPC. (Zahra)