bogorOnline.com
Dilansir dari salah satu media online nasional, Indonesia yang mengaku sebagai negara agraris harus siap menerima kenyataan ini. Akibat minimnya regenerasi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian,Indonesia terancam kehilangan petani.
Pending Dadih Permana menegaskan, regenerasi petani di kabupaten maupun kota masih sangat minim. Oleh sebab itu, program penyuluhan pertanian terus digalakkan.
“Regenerasi petani itu penting. Kalau lima tahun ke depan tidak ada upaya, kita akan kehilangan petani. Artinya,Indonesia tidak akan ada lagi petani,” ucap Pending.
Ia melihat, saat ini banyak lulusan-lulusan fakultas pertanian di perguruan tinggi justru beralih bekerja di tempat lain. Kondisi itu sekaligus menggambarkan minimnya minat di sektor pertanian, sekalipun lulusan pertanian. Ia prihatin lantaran minimnya lulusan fakultas pertanian yang berkiprah di bidang pertanian.
“Mereka lebih memilih bekerja di sektor lain yang dianggap lebih memiliki prospek mumpuni alih-alih mengangkat cangkul di sawah,” katanya.(rul)





