Kemang – bogoronline.com – Kendati keberadaan pondok pesantren banyak membantu mencerdaskan warga Kabupaten Bogor, namun ironisnya perhatian petinggi di Bumi Tegar Beriman, untuk sektor pendidikan non formal ini masih minim.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya ponpes yang kondisi bangunannya kurang layak huni, seperti yang terlihat di Ponpes Darussalam, yang berlokasi di Kampung Pabuaran Kaum RT 03/05) Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang.
Ponpes yang menampung sebanyak 52 santri wanita, 17 santri laki-laki dan 25 anak yatim piatu, dari pantauan Jurnal Bogor, kondisinya sangat memprihatinkan, terutama dibagian atap, yang rawan ambruk, lantaran kayu penyangganya sudah lapuk termakan usia.
“Dengan kondisi bangunan ponpes seperti ini membuat para santri dan anak yatim yang kami bina tidak nyaman, nyawa mereka pun sedikit terancam, apalagi saat hujan deras disertai angin kencang melanda,” ungkap Yuli Heriani, Pengasuh Ponpes Darussalam, Jum’at (05/08).
Yuli mengatakan, pihak yayasan yang mengelola ponpesnya itu, tak sanggup memperbaiki kondisi bangunan yang rawan ambruk tersebut, karena ketiadaan biaya.
“Untuk membongkar dan membangun kembali ponpes kan butuh anggaran besar, sementara pihak yayasan tak memiliki anggaran, kami berharap petinggi di Pemerintah Kabupaten Bogor maupun kantor Kementerian Agama, mau membantu,” harapnya.
Yuli lebih lanjut mengungkapkan, selama ponpes berdiri, semua operasional sehari-hari, termasuk membayar honor staf pengajar mengandalkan iuran para santri dan sebagiannya sumbangan dari para dermawan. “Kalau untuk anak yatim piatu yang jumlahnya 25 orang itu, kita bebaskan dari segala biaya,” tegasnya.
Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono, ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui, kalau Ponpes Darussalam itu membutuhkan bantuan dana rehab. “Kondisi bangunan ponpes itu memang sudah tidak layak, kami siap membantu pengelola ponpes, agar mendapatkan bantuan dari pemerintah baik dari Kabupaten Bogor maupun Kementerian Agama,” katanya.
Selain itu, Wahyu pun berencana mengumpulkan para pengusaha di wilayah Kecamatan Kemang, untuk mengucurkan dana tanggung jawab sosialnya. “Jumlah pengusaha di Kemang kan lumayan banyak, nanti kita kumpulkan, agar sebagian dana CSR nya dialokasikan membantu Ponpes Darussalam,”pungkasnya. (Iwan/zah)





