by

Sejumlah Pengunjung Telaga Warna Kerap Keluhkan Tiketing

Traveller – bogoronline.com – Salah satu obyek wisata di kawasan Puncak, yakni Telaga Warna yang terletak di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dikeluhkan sejumlah pengunjung wisata. Pasalnya, pengunjung meski berkali-kali membayar tiket untuk dapat menikmati keindahan alam tersebut.

Sejumlah awak media yang tengah melakukan kunjungan bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bogor pun disambut dengan keluhan oleh pengelola wisata tersebut.

“Komplain sering kami dapatkan dari masyarakat, dengan adanya tiket yang dipungut diluar ketentuan. Jadi didepan terlebih dulu dipungut sebesar Rp.10 ribu, sedangkan kami yang resmi hanya Rp.6 ribu termasuk asuransi. Padahal jaraknya hanya kurang dari 200 meter,” kata Isis Iskandar Kepala Resort Seksi Wilayah VI Bogor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Senin (15/08).

Ia berharap, Pemerintah Daerah dapat segera membenahi sistem tiketing yang baru berjalan dua minggu belakangan ini, karena hal ini sangat merugikan pihaknya. “Saya bukan tidak setuju, tapi harus jelas dulu payung hukumnya dan saya yakin ini ada solusi. Kami mohon disampaikan ke pemerintah,” harapnya.

Menurut Isis, kegiatan tiketing yang dilakukan oleh sejumlah oknum tersebut tidak ada koordinasi terlebih dahulu terhadap pihaknya, menurutnya dilakukan tiketing tersebut dengan alasan sudah MoU antara PT.Lintas Daya Kreasi (PT.LDK selaku pemegang Ijin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) dengan Perhutani.

Informasi yang diperoleh, obyek wisata Telaga Warna yang dikelola oleh BKSDA Jawa Barat ini memiliki luas 4,61 hektar, namun kondisinya kurang terawat, terlebih bangunan-bangunan yang berdiri tepat dibibir danau belum selesai dalam pembangunannya, sehingga terkesan kumuh.

Data yang diperoleh, tiap tahunnya jumlah pengunjung ke wisata alam tersebut selalu mengalami peningkatan, jumlah pendapatan di tahun 2014 mencapai Rp 565 juta, tahun 2015 sebesar Rp.756 juta dan target di tahun 2016 ini mencapai Rp 1 Miliar. “Kami pesimis akan mencapai angka itu kalau ada pungutan diluar kami,” tukasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Munawaroh Yasin (AMY) mengatakan, agar dapat banyak dikunjungi wisata mancanegara maupun wisata lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar dapat memperhatikan kembali serta mempromosikan tempat wisata dikawasan puncak.

“Pemkab Bogor harus memperhatikan kembali tempat wisata yang ada di Kabupaten Bogor kususnya kawasan wisata Puncak, karena sudah menjadi tujuan wisata bagi para pelancong. Kami juga meminta Pemkab Bogor tidak harus tinggal diam dengan menunggu saja hasil dari obyek wisata yang dimilikinya dan ini harus diperhatikan penuh,” kata AMY kepada wartawan.

Menurut politisi PPP ini, di Kabupaten Bogor harus dilakukan pembenahan baik infrastrukturnya maupun tempat wisata yang ada. “Kita bersyukur bisa memiliki kawasan wisata yang begitu mempesona, namun Pemkab Bogor harus membenahi lagi infrastruktur serta sarana dan prasarana penunjang lainya,” ujarnya.

AMY berharap, tidak ada lagi para pelancong yang ingin ke Puncak harus kesulitan mencari MCK pada saat menunggu jalur dibuka di sepanjang jalan menunju pintu tol Ciawi dan Cisarua.

Menurutnya, kawasan Puncak sebagai Obyek wisata yang sudah dikenal mancanegara ini harus di tata sedemikian rupa, sehingga tetap terjaga keindahannya.

‪”Pemerintah sudah harus menyiapkan beberapa Rest area untuk menampung pedagang dan beristirahat para pelancong yang terjebak macet. Namun, juga harus diperhatikan kembali tempat-tempat wisata yang ada agar obyek wisata yang dimilikinya ini dapat tertata dengan baik,” tukasnya.

Traveller : Ari
Foto : tiketing.com
Editor : Aldi S.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed