Citeureup – bogoronline.com – Pesta perayaan hari kemerdekaan RI ke – 70 di Kecamatan Citeureup, Rabu (17/08) berlangsung meriah dan berhasil menyedot perhatian warga sekitar. Apa sebab, di hari bersejarah itu, Camat Asep Mulyana Sudrajat menghadirkan seni pertunjukan Barongsai.
Seni asal daratan Tiongkok itu dihadirkan di acara 17 Agustusan itu menjadi simbol keberagaman dan pembauran, sekaligus untuk hiburan masyarakat. “Para pemain Barongsai itu merupakan binaan dari pengelola Vihara Hok Tek Bio Citeureup,” kata Asep.
Pertunjukan seni Barongsai itu cukup menghibur masyarakat, dari hasil pantauan Jurnal Bogor, warga terlihat memadati halaman kantor kecamatan. “Hari kemerdekaan itu kan harus dinikmati semua warga Indonesia, tanpa memandang kelas, kasta, suku, agama ataupun ras ” ujar mantan Camat Jonggol dan Klapanunggal itu.
Asep menjelaskan, Barongsai yang dibina Vihara Ho Tek Bio Citeureup, sering diundang untuk mengisi berbagai acara di kawasan Jabodetabek. “Berkat Barongsai ini, nama Citeureup pun ikut terbawa harum, makanya kecamatan pun akan ikut membinanya, karena seni ini menjadi warisan budaya yang tak ternilai harganya,” tegasnya.
Suheri, pengurus Vihara Ho Tek Bio Citeureup menambahkan, pada pertunjukan untuk memeriahkan HUT RI ke – 70 ini, menurunkan dua Barongsai, yakni dragon dan lion dance. “Atraksi yang dimainkan merupakan tarian legenda pada zaman dinasti selatan -utara (Nan-Bei) tahun 420-589 Masehi,” jelasnya.
Tarian yang dimanifestasikan dalam bentuk boneka singa itu, kata Suheri, digunakan oleh Panglima Perang Zon Que, untuk mengusir bala tentara Raja Fan. “Nah, untuk melestarikanya, sekaligus menyemangati pasukan Dinas Nan – Bei tarian tersebut kerap dipertunjukan hingga kegenarasi sekarang,” ungkapnya.
Sementara itu, Linda, warga setempat mengaku takjub dengan para pemain Barongsai. “ Menghibur banget deh pokonya, apalagi ketika melihat lincahnya para pemain yang saling melompat, tanpa terjatuh,” ujarnya. (zahra)





