Terminal Citeureup Masih Dikaji DLLAJ

Sukaraja – Harapan warga dan para awak angkuta dari beberapa trayek, agar di Kecamatan Citeureup dibangun sebuah sub terminal dalam waktu dekat ini, tak mungkin direalisasikan. Pasalnya Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) kesulitan menentukan titik atau lokasi mana yang cocok untuk sub terminal.

“Ada tiga lokasi yang  sudah disurvei dan dikaji kelayakannya oleh tim, semuanya berdekatan dengan pintu keluar Jalan Tol Jagorawi. Intinya tiga lokasi itu sangat strategislah,” kata Kepala Bidang Angkutan dan Terminal, DLLAJ Dudi Rukmayanto, kepada wartawan Senin (15/08).

Namun, kata Dudi, pembangunan sub terminal itu agak sulit direalisasikan, pasalnya lahan yang ada di sekitar lokasi pintu Tol Jagorawi itu harganya lumayan mahal.

“Kami sudah menyerahkan masalah penentuan harga itu ke tim penaksir yang kita tunjuk. Jika harga sudah cocok, nantinya akan langsung dibeli, supaya pembangunan fisiknya bisa dipercepat,” ujarnya.

Akibat ketiadaan sub terminal, lalu lintas di Citeureup semrawut, karena banyaknya angkuta kota yang ngetem di bahu jalan. “Sungguh ironi memang, wilayah Citeureup yang katagori perkotaan dan banyak dilintasi jalur angkutan penumpang, namun tidak memiliki terminal,” ungkap tokoh pemuda Citeureup Edi, KS.

Padahal menurut Edi, Kecamatan Citeureup itu, salah satu penyumpang pendapatan asli daerah (PAD) lumayan besar untuk kas daerah. “Kami terkadang iri, kok wilayah lain Pemerintah Kabupaten Bogor, terkesan lebih serius, sementara untuk Citeureup seperti setengah hati,” katanya.

Kecamatan Citeureup dari data yang dikumpulkan Jurnal Bogor, sebenarnya telah memiliki sub terminal, yang lokasinya berada di sekitar areal Pasar Citeureup II, namun entah kenapa, lahan yang cukup luas tersebut, sekarang hilang dan disulap menjadi pertokoan. (zahra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *