Panpel Drum Band PON XIX tak Profesional, Dituding Condong pada Tuan Rumah

Cibinong – bogoronline.com – Provinsi DKI Jakarta, Aceh dan Banten akan melaporkan kecurangan yang terjadi selama penyelenggaraan cabor drum band PON XIX/2016 Jabar di Kabupaten Bogor.

“Dari awal pelaksanaan tidak benar, juri lebih berpihak kepada tuan rumah. Kami sedang mengumpulkan bukti tertulis maupun visual sebagai bahan pelaporan ke badan arbitasi olahraga Indonesia,” kata Manajer Drum Band DKI Jakarta, Denny Dachlan, wartawan.

Dikatakannya, keberpihakan juri sangat ketara. Ini bisa dilihat dari beberapa nomor yang dipertandingkan. Dari mulai nomor LKKB Mix 2000m putri dan LKKB Mix 4000m putra, kemudian LBJP putri Mix 600m dan LBJP putra mix 800 m.

Pada LBJP mix 600 meter, Juri sama sekali tidak mengangkat bendera merah kepada pemain Jabar dan Sumut. Tapi mengibarkan bendera merah kepada peserta lain.

Padahal, lanjut dia, dilihat dari rekaman video pemain Jabar harus dikenakan pinalti, apalagi pemain simbal tidak bermain sama sekali.  Anehnya, situasi ini tidak dianggap pelanggaran. Padahal dalam aturan permainan, satu pemain tidak bekerja nilainya dikurangi 25.

“Hari terakhir nomor LUG pun menuai keanehan, medali perak diberikan ke Jabar dan Aceh. Padahal semestinya Jabar tidak layak mendapat medali perunggu sekalipun,” tandas Denny.

Senada, Manajer Drum Band Aceh, Dharma mengemukakan, juri sejak awal tidak fair play dan berupaya memenangkan tim tuan rumah. “Memang drum band bukan olahraga terukur, beda dengan atletik yang bisa langsung dilihat catatan waktu atau nilainya,” ucapnya.

Untuk itu, bersama DKI, Banten dan kontingan lainnya, dirinya akan mengumpulkan seluruh bukti-bukti kecurangan untuk dilaporkan ke Menpora, KONI dan Badan Arbitase Olahraga Indonesia.

“Sebetulnya Aceh dan lima provinsi lain, diluar Sumut dan Jabar telah mengingatkan kepada juri, namun tidak digubris. Intinya kita akan mengadukan kecurangan ini dan meminta kemenangan Jabar dianulir,” tandas Darma.

Sementara, Manajer Banten, Hari Sugianto menilai pelaksanaan PON di Jabar merupakan yang paling keji.”Dulu di PON Riau meski masih eksibisi tidak begini amat kecurangannya,” ujarnya.

Heri mengatakan, kasus dugaan kecurangan dalam penilaian itu mengorbankan semangat sportivitas, bahkan mental atlet khususnya dari Jawa Barat akan rusak, akibat ulah oknum-oknum tertentu yang memaksakan tim dari Tatar Pasundan itu harus juara.

“Kalau atlet tidak salah, mereka justru menjadi korban, di tim Jabar juga ada anak didik saya dulu, mereka mentalnya jadi terpukul, kasus seperti ini harus diakhiri, kalau memang drumband ingin maju dan dipertandingkan di SEA Games,” katanya. (Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.