Cibinong – Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, berhasil menyabet penghargaan bergengsi dalam bidang ketahanan pangan. Penghargaan diserahkan langsung Bupati Nurhayanti, di Lapangan Tegar Beriman, disela acara peringatan hari pangan se- dunia Senin (24/10).
“Penghargaan ini, saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Desa Bantarsari, karena tanpa peran mereka, penghargaan ini tidak akan jatuh ketangan saya,” kata Kepala Desa Bantarsari, Lukman Nul Hakim.
Lukman menegaskan, penghargaan dari orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menjadi motivasi bagi seluruh warga, untuk mempercepat pembangunan Desa Bantarsari, agar menjadi desa maju, mandiri dan sejahtera.
“Desa Bantarsari, meski wilayahnya perkotaan, namun kami tak akan meninggalkan sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mayoritas warga,” ujarnya.
Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor ini merupakan yang kedua kalinya diterima Lukman Nul Hakim, pada tahun 2015, Desa Bantarsari dinobatkan sebagai desa inovatif. Berkat prestasinya itu, Lukman pernah menjadi pembicara nasional dalam diskusi bertemakan soal pembangunan desa yang diadakan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, di Universitas Brawijaya, Malang.
Lukman berobesisi, Desa Bantarsari menjadi sentra atau pusat agrowisata di Kabupaten Bogor. “Ini bukan mimpi disiang bolong, kami punya modal untuk mewujudkan impian itu dan kami sangat yakin agrowisata bakal membuat rakyat Bantarsari sejahtera, tanpa harus menjual ladang atau sawahnya kepada pengusaha atau pengembang property,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Lukman meminta, Pemerintah Kabupaten Bogor memproteksi lahan-lahan basah atau pertanian di Bantarsari, agar tak diincar investor untuk membangun kawasan perumahan. “Banyak petani di desa lain menjual ladang dan sawahnya, selain faktor kemiskinan, kondisi diperparah dengan diperbolehkannya lahan basah dialihfungsikan,” katanya.
Tohawi Husnullah, anggota Komisi II DPRD setuju, lahan-lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bogor bagian utara dipertahankan. “Wilayah utara sejak puluhan tahun lalu merupakan kawasan pertanian, peternakan dan perikanan, bahkan Ciseeng sudah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan,” ujarnya.
Pertanian, peternakan dan perikanan kata politisi Partai Golkar ini merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar warga di wilayah utara. “Kabupaten Bogor boleh maju, namun ingat pertanian jangan diabaikan, karena akan menjadi kekuatan ekonomi utama Kabupaten Bogor,” tegasnya. (Iwan S Pamungkas)





