DKI Kucurkan Rp 1,2 Triliun, Bebaskan Lahan Waduk Puncak

BogorOnline.com, CIBINONG-Pembangunan Waduk Megamendung tampaknya bukan lagi wacana, lahan milik warga lima desa di Kecamatan Megamendung dan Cisarua, sudah mulai diukur. Warga yang rumah dan lahannya terkena proyek pembangunan Waduk Megamendung, dalam waktu dekat ini bakal menjadi orang kaya baru.

“Pembebasan lahan untuk pembangunan waduk sudah dimulai, saat ini tim pembebasan yang diketuai Kantor Pertahanan Nasional Kabupaten Bogor kembali melakukan pengukuran ulang terhadap 187 bidang yang ada di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Gadog, Cipayung, Sukamaho dan Sukamaju, “ kata Camat Megamendung Hadijana, di Cibinong, Selasa (11/1).

Dari 187 bidang kata Hadijana, 10 bidang lahan yang akan dibebaskan digunakan untuk akses masuk menuju lokasi pembangunan waduk. “Pokoknya pembayaran akan secepatnya dilakukan, setelah pengukuran selesai. Nah soal warga nantinya ditetapkan oleh tim penaksir atau appraisal yang ditunjuk Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Bogor, selaku ketua tim pembebasan,” jelasnya.

Selain lahan, kata Hadijana, bangunan dan pepohonan yang ada di atasnya termasuk yang akan mendapatkan ganti untung. “Kalau bangunan perhitungan ganti untungnya akan melibatkan tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum, sementara tanaman oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan,” ungkapnya.

Pembangunan Waduk Megamendung diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 3,1 triliuan. Di mana Rp 1,2 triliun dipakai untuk membebaskan lahan dan bangunan. “Anggaran untuk pembebasan lahan berasal dari APBD DKI Jakarta, sementara untuk pembangunan fisiknya dari Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah.

Syarifah menjelaskan fungsi utama dua waduk ini untuk menangkap air dan menanggulangi banjir di Jakarta dan sekitarnya. “Pembangunan Waduk Megamendung ini awalnya usulan Presiden Soeharto yang dikemukakan kembali oleh Presiden Joko Widodo, ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selain fungsi utama sebagai penangkap air dan pengendala banjir, bisa juga untuk irigasi dan wisata,” jelasnya.

Selain pembangunan dua waduk di wilayah selatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Syarifah, berencana membangun waduk di wilayah timur. “Gubernur Ahmad Heryawan akan membangun waduk di Cibeet dan Cijurai. Fungsi utama dua waduk ini untuk irigasi dan mengairi pertanian, baik di Kabupaten Bogor maupun Kabupaten Bekasi,” tutupnya

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.