PPLHI Tolak Pembangunan Gedung BCA Dekat Tugu Kujang

Kota Bogor – bogorOnline.com

Pembangunan gedung Bank Central Asia (BCA) di Jalan Otista, Kecamatan Bogor Tengah, terus menimbulkan polemik. Ketua Umum LSM Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI), Muhamad Nurman menilai bahwa keberadaan bangunan itu dapat mempengaruhi Estetika kawasan Tugu Kujang sebagai pintu gerbang masuk Kota Bogor.

“Daerah itu harusnya jadi pintu masuk Kota Bogor, disitu kan ada Tugu Kujang dan Lawang Salapan yang jadi landmark Kota Bogor. Jadi kaitan bangunan bisnis jangan disitu lokasinya, sebab harusnya kawasan tersebut dijadikan sebagai simbol-simbol daerah,” ungkap Muhamad Nurman, Kamis (17/11/6).

Menurutnya, apabila Kota Bogor ingin menjadi kota destinasi wisata, Pemkot harus segera melakukan penataan, khususnya di kawasan tersebut.

“Jadi dampak ke depannya tak semrawut, apalagi di daerah itu jalur macet akibat SSA. PPLHI menolak adanya pembangunan itu,” tegasnya.

Nurman melanjutkan, Pemkot harus berkomitmen membuat perencanaan yang terarah dan terpadu dalam hal penataan kota.

“Jadi jangan setiap ganti pimpinan, ganti kebijakan. Pemkot harus punya komitmen terkait kepentingan daerah ke depan. Kami hingga kinipun masih mempertanyakan mengapa Hotel Amaroossa bisa ada disitu, dan BCA itu bersifat bisnis, jadi tak boleh disitu,” ujarnya.

Nurman pun meminta agar Pemkot Bogor melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) tidak terlalu menobral izin.

“Keberadaan infrastruktur harus diimbangi, Pemkot jangan parsial. Harus dibuat grand design yang jelas, terkait bisnis, pemukiman, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Kota Bogor, Murtadlo menyatakan, Pemkot Bogor memang harus memperjelas aturan kaitan penambahan bangunan dikawasan Tugu Kujang.

“Harus dipastikan kalau memang boleh ditambah bangunan. Justeru nantinya akan menjamur bangunan disana. Kalaupun diperbolehkan maka harus ada kajian yang jelas terutama untuk mengantisipasi kemacetan dikawasan tersebut,” terangnya.

Murtadlo berharap, bangunan yang berdiri sudah melengkapi izin sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari.

“Yang pasti izin harus dilengkapi sehingga tidak ada masalah nantinya,” pungkasnya.(bunai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.