Sentra Jambu Kristal Ada di Bogor

BogorOnline.com, RANCABUNGUR- Wilayah Kabupaten Bogor, memiliki potensi besar untuk pengembangan produk pertanian non pangan, seperti buah-buahan lokal yang menjadi ciri khas Kabupaten Bogor.

Bupati Nurhayanti pun menaruh perhatian, salah satu buktinya dengan menaikan anggaran belanja APBD untuk pengembangan potensi pertanian.

“Kabupaten Bogor harus mempertahankan ciri khasnya sebagai daerah agraris, potensinya harus dikembangkan, karena akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” kata Nurhayanti, ketika menghadiri peluncuran gerakan ‘hiji imah dua pohon jambu kristal’ di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kamis (24/11).

Nurhayanti menegaskan, jambu kristal harus menjadi salah satu ikon produk pertanian Kabupaten Bogor. “Yang dikembangkan di Desa Bantarsari sudah ok, Ibu berharap jambu kristal ini menjadi produk unggulan Bantarsari. Desa lainnya di seluruh Kabupaten Bogor harus memiliki produk unggulan sendiri,” ujarnya.

Nurhayanti mencita-citakan, Bantarsari nantinya tak hanya dikenal sebagai penghasil buah jambu kristal saja, tapi berkembang menjadi desa agrowisata.

“Ini peluang menjanjikan, apalagi lokasi Desa Bantarsari mudah dijangkau dari berbagai arah, termasuk dari Jakarta. Kalau jadi desa agrowisata, warga pun akan mendapatkan penghasilan lebih, “ ungkapnya.

Camat Rancabungur Entis Sutisna menambahkan, wilayahnya sebagian besar merupakan areal pertanian. “Kami meminta ada proteksi dari Pemerintah Kabupaten Bogor, khusus di Rancabungur jangan ada lagi alih fungsi lahan, pertanian di sini harus dipertahankan, sebagai cirri khas Bumi Tegar Beriman,” katanya.

Selain Bantarsari, desa-desa lainnya kata Entis didorong mengembangkan produk-produk unggulan, di luar jambu kristal. “Biarlah jambu kristal milik Bantarsari, nah desa-desa lainya, semisal Rancabungur, Pasir Gaok, Cimulang, Bantar Kambing, Bantar Jaya, Candali dan Mekarsari harus mampu mengikuti langkah Bantarsari,” tegas ketua Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) itu.

Kepala Desa Bantarsari Lukmanul Hakim mengungkapkan, berkat jambu kristal, kehidupan warganya lambat laun mulai keluar dari jurang kemiskinan. “Jambu kritas membawa hoki, apalagi pangsa pasar sangat terbuka lebar, bahkan kami tak sanggup memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi,” tutupnya. (Zah)

Comments