Kampanye Agus, Pemimpin Harus Suburkan Kasih Sayang Bukan Kebencian

JAKARTA – bogoeonline.com – Kampanye terbuka yang dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudyohono dan Sylviana Murni, menyoroti permasalahan di ibukota. Menurutnya, pemimpin Jakarta harus suburkan kasih sayang bukan kebencian.

“Kebhinnekaan bagi warga Jakarta bukanlah sekedar festival. Namun, kenyataan hidup yang sudah lama berlangsung, sejak kota ini berdiri ratusan tahun lalu, itu yang harusnya dijaga,” kata Agus saat kampanye terbuka di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2017).

Menurutnya, kebhinekaan adalah DNA kota Jakarta, jadi para pemimpin dan tokoh masyarakat haruslah menyuburkan kasih sayang dan rasa persaudaraan di antara komponen masyarakat yang berbeda identitas. “Jangan menyebarkan serta membesarkan rasa kebencian, di antara mereka semua,” ungkap Agus.

Atas dasar itu, suami Annisa Pohan ini meminta pemimpin Indonesia termasuk pemimpin Jakarta, tak boleh berjiwa sektarian dan partisan, khususnya jika menyangkut keberagaman kita sebagai bangsa. “Yang harus kita suburkan adalah kasih sayang, dan bukan kebencian,” tegasnya.

Bila nantinya muncul gejala atau insiden-insiden kecil yang bisa mengganggu kerukunan, pemimpin harus segera ambil langkah-langkah yang tepat. Hal itu dibutuhkan agar hal itu tidak berkembang ke arah yang lebih buruk lagi. “Jangan membiarkan hati yang sudah tersakiti, sudah terluka, sudah tergores hati para pemeluk agama, bahkan tergesek antara komunitas,” papar suami Annisa Pohan ini.

Agus menyarankan, nantinya diperlukan dialog terus-menerus untuk tetap menghidupkan forum kerukunan antar identitas, agama, etnis, suku dan asal daerah. Untuk itu, diperlukan wadah yang sah dan memiliki legitimasi yang tinggi untuk senantiasa menjaga kerukunan dan kebersamaan warga Jakarta.

“Kalau wadah dan forum kerukunan itu telah ada, harus lebih ditingkatkan intensitas dan efektifitasnya, ” tuturnya.

Namun, untuk menjaga kerukunan dan kebhinnekaan, menurut Agus, tidak harus selalu kita kaitkan dengan upaya pencegahan konflik di antara mereka. Karena banyak cara yang bisa kita lakukan, dengan menggelar acara budaya, pameran, kuliner, wisata sejarah dan kegiatan sejenis. “Melalui itu, pastinya bisa lebih menyatukan dan meningkatkan apresiasi satu sama lain,” tutupnya. (Poskotanews/bo)

 

Comments