Ini Alasan dan Potensi Calon DOB Kabupaten Bogor Timur

CIBINONG- Salah satu pertimbangan adanya perubahan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018, adalah masuknya wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur. Bakal calon DOB yang terdiri dari 7 kecamatan (Gunungputri, Cileungsi, Jonggol, Klapanunggal, Cariu, Sukamakmur dan Tanjungsari) itu menganggap, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memberikan feedback yang sepadan atas apa yang masyarakat Bogor Timur berikan selama ini, terutama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara makro di Bumi Tegar Beriman.

Dari tujuh kecamatan, Gunungputri, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, menduduki ranking teratas dalam hal IPM dengan rasio 80,35. Meninggalkan Cibinong dengan rasio 78,51 di posisi kedua, yang notebene akan menjadi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kabupaten Bogor.

Indeks Daya Beli di Gunungputri pun tertinggi diantara 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dengan rasio 85,15. Dengan dasar itulah, masyarakat dari 75 desa di 7 kecamatan itu percaya diri mampu hidup lebih baik jika memisahkan diri.

Presidium Bogor Timur pun pertama kali mengajukan usulan kepada DPRD Kabupaten Bogor untuk memiahkan diri pada 8 Juni 2015 silam.

“Kabupaten Bogor ini terlalu luas. Kami ingin memisahkan diri karena pemerintah daerah tidak mampu memberikan aksesibilitas dan infrastruktur yang memadai kepada kami warga di 7 kecamatan ini,” kata Ketua Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana.

Pintu untuk hidup mandiri semakin terbuka ketika Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah, Syarifah Sofiah berjanji memasukkan draft pemekaran wilayah dalam agenda Program Legislasi Daerah (Prolegda).

Ditambah lagi, karena desakan terus berdatangan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi berjanji pada Presidium Bogor Timur memasukannya dalam agenda Revisi RPJMD Kabupaten Bogor 2013-2018 pada Januari 2017.

Harapan kian kentara saat DOB Bogor Timur benar-benar dimasukkan dalam revisi RPJMD 2013-2018 pada Senin, 9 Januari 2017 lewat Sidang Paripurna. Semua fraksi di DPRD pun sepakat untuk membahas atau mengkaji lebih lanjut kelayakan berdirinya Kabupaten Bogor Timur ini lewat Panitia Khusus (Pansus).

Bupati Bogor, Nurhayanti tidak banyak berkomentar soal wacana pemekaran ini. Ia berharap, dengan menjadi DOB, proses pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

“Ini jawaban atas aspirasi masyarakat. Bagaimana pun, mereka warga Kabupaten Bogor juga. Tentu prosesnya masih sangat panjang. Tapi dengan memasukkannya ke RPJMD, inilah pintu masuknya agar bisa dikaji dan dialokasikan dalam APBD,” ungkap Nurhayanti.

Presidium Bogor Timur, yang kini diketuai Alhafiz Rana pun mengatakan, seluruh elemen masyarakat di tujuh kecamatan tersebut menyambut antusias keputusan pemerintah daerah itu.

“Anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) dua pun semakin semangat dan kompak untuk mewujudkan Kabupaten Bogor Timur. Memang, konsekuensinya kami harus menunggu lama. Tapi, usaha awal kami sudah berhasil,” tukas Alhafiz.

Tidak Sepadan

Masyarakat Bogor Timur tidak salah untuk gerah dan ingin pisah dari Kabupaten Bogor. Mereka boleh berbangga memiliki Gunungputri yang punya torehan baik dalam hal IPM. Namun, kecamatan lainnya, seperti Sukamakmur jadi juru kunci alias paling buncit dari 40 kecamatan dilihat dari IPM dengan rasio 51,51.

Parahnya, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di kecamatan itu paling buruk diantara yang kecamatan lain di Bumi Tegar Beriman. Hanya menyentuh 4,12 tahun atau tidak lulus Sekolah Dasar (SD).

Kepala BPS Kabupaten Bogor, Sarwono mengungkapkan, Gunungputri memiliki IPM tertinggi karena 60 persen industri di Kabupaten Bogor, terdapat disana.

“Saya kira Kabupaten Bogor akan kehilangan banyak potensi jika terbentuk Kabupaten Bogor Timur. Karena 60 persen sektor industry ada di Gunungputri. Lalu, Sukamakmur, saat survey kesana, rata-rata mereka tidak bersekolah karena orang tua pun tidak membudayakan sekolah sebagai sesuatu yang penting. Bukan karena tidak ada infrastruktur. Tapi kesadaran untuk sekkolah itu yang rendah,” kata Sarwono.

Amin Sugandi, Ketua Pansus Revisi RPJMD 2013-2018, yang kebetulan berasal dari dapil dua Gunungputri, mengharapkan Bogor Timur menjadi lebih baik jika memekarkan diri. Meski tanpa data real, politisi Golkar itu menilai, warga yang ada di Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu harus ‘berdarah-darah’ hanya untuk mengurus surat menyurat sebagai warga Negara, karena semua terpusat di Cibinong.

“Semua ada di Cibinong. Tapi tidak ada subpusat pemerintahan. Kecamatan? Tidak cukup. Masyarakat Bogor Timur ingin punya aksesibilitas yang lebih mudah, infrastruktur yang baik. Sekarang, jalan-jalan saya sangat banyak yang sudah rusak. Tapi, pembangunan setiap tahunnya selalu ada di wilayah tengah,” tukas Amin. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.