Belum Ada Kejelasan, Rerouting Angkot Harus Ditunda

Bogor – bogorOnline.com
Terkait rencana rerouting angkot yang ada di Kota Bogor, sepertinya belum bisa sepenuhnya di realisasikan, pasalnya, masih banyak permasalahan yang belum diselesaikan oleh pihak Pemerintah Kota Bogor. Salah satunya, saat ini Peraturan Daerah (Perda) tentang lalu lintas dan angkutan jalan Kota Bogor masih dalam pembahasan di Pansus DPRD Kota Bogor. Perda itupun nanti yang mengatur semua tentang lalu lintas dan angkutan jalan, diantaranya soal rerouting angkot, konversi dan lainnya.
Ketua KKSU 13, H. Mulyadi menegaskan, rerouting angkot belum bisa direalisasikan maupun dilaksanakan, karena payung hukum Perda yang menjadi pondasi rerouting angkot itu belum selesai dan saat ini masih di bahas di DPRD Kota Bogor. Didalam Perda sudah jelas ada keterkaitan tentang rerouting angkot, konversi angkot dan penataan angkutan maupun tranaportasi di Kota Bogor, jadi ketika kebijakan dilaksanakan di daerah, maka Perda nya harus selesai dulu.
“Kalau untuk sosialiasi silahkan saja dilakukan, tetapi untuk direalisasikan maupun dilaksanakan, harus ditunda dulu,” kata Mulyadi, Senin (20/2/17).
Mulyadi melanjutkan, Rerouting dan konversi merupakan kebijakan daerah, jadi harus menunggu payung hukum nya selesai dulu. Saat ini Perda tersebut masih dalam pembahasan di Pansus DPRD. Jadi jangan tergesa gesa dan terburu buru dalam merealisasikan rerouting angkot itu, harus dilaksanakan sesuai dengan payung hukum yang ada.
“Mari kita menunggu dulu Perda tersebut selesai dan final dibahas, sehingga ketika di realisasikan susah sesuai dengan mekanisme aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Mulyadi menambahkan, dirinya bersama Ketua KKSU lainnya di Kota Bogor, saat ini menunggu Perda tersebut keluar dan meminta agar Pemkot Bogor tidak merealisasikan dulu.
“Ini menyangkut hajat orang banyak, jadi jangan direalisasikan tanpa payung hukum yang jelas. Persoalan rerouting bukan hanya soal rute saja, tetapi soal nasib pemilik angkot, supir angkot , dan masyarakat yang mengandalkan angkot untuk mata pencahariannya sehari hari,” tandasnya.
Terpisah, Kabid Angkutan Dishub, Jimmy menjelaskan, untuk saat ini rerouting angkot sudah memasuki tahap final, dan soal rute jalur yang ditetapkan juga sudah mendapatkan persetujuan dari Organda maupun unsur angkutan lainnya.
“Organda, KKU maupun KKSU sudah sepakat soal rute atau jalur trayek angkot yang sudah ditetapkan, jadi sekarang kita sedang menunggu perubahan Surat Keputusan Walikota soal perubahan rute trayek itu,” jelasnya.
Tidak ada perubahan signifikan soal rute trayek angkot tersebut, hanya ada perubahan perubahan kecil, seperti pada angkot 15 dan 16 di daerah Bogor Barat, dan tiga trayek di Tanah Sareal yang dijadikan dua trayek. Akhir Februari ini dipastikan surat keputusan Walikota sudah keluar, jadi finalisasi rerouting bisa direalisasikan.
“Jadi semua tahapan dan proses berjalan lancar, tinggal nunggu SK Walikota dan di akhir Februari ini semoga sudah beres. Secepatnya apabila semua pendukungnya sudah beres, rerouting angkot akan di realisasikan,” pungkasnya. (RzB).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.