Diah Pitaloka Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

BOGOR- Pemahaman dan makna Empat Pilar Kebangsaan terus didengungkan. Kali ini, Anggota Komisi VI DPR RI, Diah Pitaloka yang menyerukan anak muda di Bogor dan masyarakat memahami Empat Pilar Kebangsaan.

Diah Pitaloka yang merupakan politisi PDIP ini berharap, anak muda dan masyarakat bisa mengartikulasikan falsafah bangsa dan fundamental dalam berbangsa.

“Pancasila adalah salah satu poin dari Empat pilar kebangsaan selain UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Semua poin empat pilar ini harus diberikan ruang dialog agar setiap orang memahami Bangsa Indonesia,” ujar Diah Pitaloka, Minggu (19/2).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Bogor dan Cianjur ini melihat, sosialisasi empat pilar ini tidak harus dilakukan monolog tapi diskusi dua arah.

“Dulu belajar Pendidikan Moral Pancasila dilakukan satu arah komunikasinya, jadi membosankan. Kedepan pendidikan Pancasila dan empat pilar ini harus disosualisasikan secara dua arah, selain untuk lebih dipahami. Dengan dialog, empat pilar ini bisa berkembang sesuai zamannya,” tambahnya.

Anak muda maupun masyarakat Bogor diminta belajar dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak beberapa waktu lalu, khususnya Pilkada DKI Jakarta.

“Anak muda itu jangan alergi kepada dunia politik karena bangsa¬† Indonesia lahir dari politik, yang saat itu dijalankan oleh kalangan pemuda saat itu seperti Ir Soekarno, Muhammad Hatta dan lainnya. Walaupun dalam Pilkada kemarin ada benturan atau perdebatan kampanye, tapi tidak ada konflik sekecil apapun di lapangan sehingga ini harus ditiru. Saat ini demokrasi kita sudah sehat dan dewasa dalam menyikapi perbedaan. Persatuan dan Bhineka Tungga Ika ini harus kita apresiasi,” tutur Diah.

Iwan Nurdin, selaku pimpinan Konsorsium Pemerhati Agraria menilai, empat pilar kebangsaan ini sebenarnya sangat cocok bagi anak muda, karena mereka punya idealis dan rasa peduli terhadap lingkungan sosialnya.

“Jika diajarkan secara tepat, materi sosialisasi empat pilar itu memyenangkan karena sangat cocok dengan jiwa anak muda yang masih memiliki jiwa sosial dan idealis. Sebagai contoh Negara ini bisa adil bagi seluruh rakyatnya, apabila kita berketuhanan, beradab, bersatu dan kerakyatan yang dipimpin kemusyawaratan dan perwakilan,” kata Iwan Nurdin.

Ia melanjutkan, empat pilar ini menjaga kita supaya tidak tercerai berai dan keutuhan Negara Kesatuan Rakyat Indonesia (NKRI).

“Empat pilar ini harus dikemas semenarik mungkin, agar empat pilar ini seperti candu bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya empat pilar dihati dan tindakan masyarakatnya, saya optimis sampai kapanpun Negara Indonesia tetap utuh,” pungkas Iwan.(Cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.