Pendidikan Jadi Poin Krusial Saat Reses

CIBINONG- Pendidikan jadi poin krusial yang jadi masukan dari masyarakat ke DPRD Kabupaten Bogor, lewat reses yang dilakukan pada 13-14 Februari 2017 silam.

Hasil reses dikumpulkan dalam Sidang Paripurna internal di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (21/2).

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi menjelasakan, ada dua poin krusial yang dijaring dari masing-masing daerah pemilihan (dapil).

“Pertama soal pendidikan. Dari sisi infrastrukturnya seperti meubelair, ruang kelas dan akses pendidikannya,” kata pria yang akrab disapa Jaro Ade itu.

Lalu, tak lain dan tak bukan adalah infrastruktur, khususnya jalan di Kabupaten Bogor. Jaro menjelaskan jika masyarakat minta perbaikan jalan tak perlu menunggu akhir tahun.

“Kalau anggaran untuk perawatan kan tidak perlu dilelangkan dan ada alokasi khusus. Makanya Bupati juga harus cepat tanggap,” katanya.

Target Rampungkan 400 Sekolah Rusak

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, memiliki anggaran sarana dan prasarana dalam APBD 2017 sebesar Rp 196 miliar.

Kepala Disdik Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam menjelaskan, dari APBN 2017 pun, bakal menggelontorkan Rp 40 miliar, 60 persen diantaranya, digunakan untuk pekerjaan fisik.

Lutfhfie mengasumsikan, dengan total alokasi dari APBD dan APBN 2017 sekitar Rp 215 miliar, bisa digunakan untuk merehabilitasi sekitar 400 sekolah rusak.

“Asumsinya, ada tiga ruang kelas rusak di satu sekolah, rata-rata menghabiskan Rp 500 jutaan. Jadi kurang lebih, bisa memperbaiki 400 sekolah dengan tiga ruang kelas yang rusak,” kata Luthfie.

Menurutnya, itu merupakan kemampuan keuangan Kabupaten Bogor yang hanya bisa merehab 300-400 sekolah dalam satu tahun anggaran.

“Kan ada sekitar 3000an yang rusak. Ada rusak ringan, sedang dan berat. Tapi kemampuan kita hanya sanggup untuk rehabilitasi 300-400 sekolah,” tukasnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.