Presiden Jokowi Batal Hadiri CGM, Warga Bogor Keluhkan Kemacetan 

Bogor – bogorOnline.com
Kemeriahan Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2017, rupanya tak dirasakan oleh semua warga Kota Bogor, bahkan banyak warga yang berkeluh kesah akibat dari tidak nyaman nya ketika menggunakan ruas jalan di sejumlah titik Kota Bogor, hal tersebut dampak dari penutupan jalur sehingga menyebabkan kemacetan parah.
Rekayasa pengalihan arus lalulintas yang tujuan nya untuk melancarkan arus lalin seolah tak berarti, pasalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari libur. Sejumlah sopir angkutan perkotaan pun menyerah untuk mengais rejeki karena efek kemacetan akibat adanya acara CGM.
Seperti sudah kita ketahui bersama, bahwa di Mako Polresta Bogor Kota sudah pernah membahas upaya taktis dan teknis kegiatan, terutama dari segi pengamanan, bahkan sudah ada sekitar 1000 lebih satgas pengamanan gabungan TNI Polri serta unsur masyarakat dan pihak panitia diterjunkan dalam kegiatan CGM. Kekuatan tersebut meliputi logistik dan penanggulangan Traffic Impact/ dampak lalu lintas sebagai dampak pelaksanaan kegiatan sudah dibahas. Tapi nyatanya hal itu tidak berpengaruh di lapangan malahan kemacetan menyebar ke mana-mana.
“Yang saya tahu, pusat CGM ada di Jalan Suryakancana. Tapi macetnya sampai ke daerah Merdeka Semeru, Yasmin dan lainnya,” ungkap Teti N (35), warga Semplak, kemarin malam.
Sedangkan, Siti (20) warga cikaret mengaku, perjalanan pulang dari arah Otista ke pancasan pun menjadi terhambat.
“Sebaiknya petugas jangan hanya dikumpulkan di pusat acara saja. Tapi harus disebar ke titik-titik yang rawan macet juga,” imbaunya.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priaji menjelaskan, rekayasa lalu lintas sudah dilakukan, untuk antispasi adanya kemacetan akibat penumpukan kendaraan. Pihaknya melakukan pengaturan lalu lintas di beberapa titik jalur yang akan dipakai CGM 2017.
“Kami melakukan pengaturan arus lalin di sekitar Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) dan Jalan Suryakencana. Untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas sekitar 200 personil diterjunkan pada perayaan CGM.2017 ini,” jelas Bramastyo.
Tak seperti yang digembar-gemborkan panitia beberapa waktu lalu. Ternyata, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak datang menghadiri kegiatan CGM tersebut.
Bahkan, Jokowi hanya mengutus perwakilannya yang diwakili oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.
Permohonan maaf disampaikan Presiden RI Joko Widodo atas ketidakhadirannya dalam pesta rakyat CGM-Bogor Street Fest 2017. Pernyataan presiden itu disampaikan Lukman Hakim Saifuddin saat membuka pesta rakyat CGM-Bogor Street Fest 2017.
Sebagai pandangan kebangsaan, menurut Lukman mengutip presiden, agama ditempatkan masyarakat Indonesia sebagai yang utama dalam denyut nadi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu pembangunan nasional yang dilakukan dari masa ke masa di berbagai era pemerintahan, tidak dapat dilepaskan dari peran agama.
“Dengan demikian pemenuhan cita-cita berbangsa dan bernegara di mata umat beragama berarti pula mewujudkan suatu kehidupan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur mengandung kewajiban moral yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan oleh segenap bangsa,” kata presiden.
Oleh sebab itu, pada kesempatan perhelatan CGM – Bogor Street Fest 2017 itu presiden mengajak semua pihak untuk mengingat kembali bahwa para pendiri dan tokoh bangsa Indonesia telah menemukan formulasi yang sangat indah menyangkut hubungan antar agama dengan negara.
“Indonesia berdasarkan Pancasila dengan sila pertama menjadikan negara bukan dalam kapasitas memisahkan atau terpisah dari agama, namun negara juga tidak menyatu dengan agama. Tidak terpisah, namun negara dengan dinamis tampil sebagai fasilitator bagi semua penganut agama yang ada di Indonesia,” tandasnya. (RzB).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.