Rekonstruksi Pemuda Bunuh Teman Didepan Adik Sendiri

CIBINONG- Sadis dan kejam terlihat saat Mohamad Rizki Alfarizi (37) memperagakan pembunuhan yang dilakukanya terhadap Timbul Parulian Sianturi (51) temanya sendiri di Kampung Bedahan RT 08/02, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Bahkan, setelah membunuh korbanya dengan memukul menggunakan tabung gas melon ukuran tiga kilogram sebanyak empat kali, pelaku menyeret korban yang berlumuran darah di depan kedua adik pelaku yang masih dibawah umur. Tidak hanya sampai di situ, pelaku pun menggali kuburan untuk korban di depan rumah yang dikontraknya.

“Sedikitnya Ada lima puluh adegan yang di perankan tersangka Momamad Rizki Alfarizi (37) dalam melakukan pembunuhan pada Korban Timbul Parulian Sianturi (51), dari mulai korban menjemput pelaku di depan McDonald Jalan Raya Pemda, sampai melakukan pembunuhan dan mencoba mengubur korbanya, beruntung adik pelaku berhasil keluar dan melaporkan kejadian ini hingga kasus ini cepat terubgkap,” kata Kanit Reskrim Polsek Cibinonh, AKP Sarjiman.

Menurut Sarjiman, pelaku melakukan perbuatanya karena motif hutang yang sering ditagih korban dan ingin menguasai harta korban. Pelaku merencanakan pembunuhan ini selama seminggu dan dilakukan di rumah kontrakanya setelah lebih dulu menjamu korban. “Pelaku menghilangkan nyawa korban dengan cara memukul pakai tabung gas ukurang tiga kilogram dan menggorok leher korban,” jelasnya.

Setelah melakukan rekontruksi yang berjalan selama dua jam lebih, di tiga tempat berbeda, pelaku kembali menghuni jeruji tahanan Polsek Cibinong.

“Atas perbuatanya, pelaku diancam pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup,” tukas Sarjiman.

Sementara itu Rita Surita (17) Adik pelaku yang juga saksi mata ia menilai kakanya sangat tega menghilangkan nyawa temannya sendiri hanya karena uang.

“Kalau pas waktu kakak membunuhnya saya gak tau, saya melihat kakak yang begitu tega menyeret korban kekamar mandi dan saya sempat menegurnya, lalu pada saya ijin keluar dan saya mengadukan perbuatan kakak tersebut pada kakak tiri saya, yang selanjutnya dilaporkan ke polisi,” kata Rita.

Meski kakanya telah membunuh orang namun perasaan sayang sang adik masih menempel. Ia berharap kakaknya dihukum seringan mungkin karena kasihan pada kakanya sebagai tulang punggung keluarganya.

“Semoga kejadian ini jadi pelajaran pada kita semua dan saya berharap kakak dihukum seringan mungkin saya merasa kasian pada kakak ia melakukan ini karena keburuhan hidup yang serna kekurangan,” pungkasnya. (ed)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.