Hari Aspirasi, PKS Kota Bogor Gelar Diskusi Tematik

BOGOR- Untuk lebih mendekatkan hubungan antara partai politik dengan masyarakat ataupun konstituen nya, DPD PKS Kota Bogor hari ini melaunching hari Aspirasi di ruang paripurna DPRD Kota Bogor, Rabu (8/3/17).

Hari aspirasi dilaksanakan dengan diskusi tematik dengan tema impelemtasi pendidikan karakter di Kota Bogor. Acara dihadiri oleh Disdik Kota Bogor, praktisi pendidikan dan masyarakat umum.

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto mengungkapkan, hari aspirasi merupakan program pelayanan, pemberdayaan dan program pembelaan atau advokasi. Untuk pelayanan dan pemberdayaan bisa dikerjakan dengan baik oleh stuktur partai, tetapi untuk pembelaan advokasi harus dilaksanakan oleh anggota dewan.

“Hari aspirasi ini bertujuan untuk memberikan waktu khusus kepada masyarakat agar mereka punya kesempatan bertemu wakil rakyatnya dan menyampaikan aspirasi serta harapannya, nanti bisa di follow up oleh anggota DPRD,” ungkap Atang.

Atang melanjutkan, hari aspirasi ini akan rutin dilaksanakan setiap seminggu sekali dan secara reguler akan mengangkat tema menyangkut isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat, seperti bidang pendidikan, bidang sosial, penataan PKL, tentang kebersihan dan bidang bidang lainnya.

“Kami berharap melalui hari aspirasi ini, apapun keluhan, harapan dan keinginan dari warga bisa tersampaikan langsung. DPRD juga harus gerak cepat dalam meneruskan aspirasi aspirasi yang di terima dari masyarakat,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Komisi D Aditiyawarman menjelaskan, launching hari aspirasi menjadi sarana bagi PKS untuk menyerap lebih baik berbagai pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kota Bogor. Seperti bidang pendidikan, anggaran untuk pendidikan saat ini sekitar Rp 642 milyar dan melebihi dari 20 persen, jadi seharusnya dengan dana itu bisa mengcover secara menyeluruh berbagai kegiatan pendidikan.

“Ada sejumlah fokus permasalahan yang dibahas dalam bidang pendidikan pada hari aspirasi ini, seperti optimalisasi anggaran untuk PAUD karena paud gerbang pertama penanaman pendidikan karaker, peningkatan kompetensi guru sebagai tulang punggung sistem pendidikan, keterlibatan masyarakat dalam penguatan pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (Nai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.