Warga Rumpin Bertaruh Nyawa Nyebrang Jembatan Kantalarang

RUMPIN – Tidak adanya pilihan jalur jalan alternatif yang dekat dan mulus, memaksa warga masyarakat di Desa Leuwibatu Kecamatan Rumpin dan Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang, untuk melintasi jembatan gantung di atas Kali Cikaniki bernama Jembatan Kantalarang. Jembatan yang jadi sarana penghubung warga dari dua kecamatan ini, dibangun dengan dana hasil swadaya murni masyarakat. Meski terlihat sudah lapuk dan membahayakan, namun terap terus dipergunakan sebagai lintasan aktifitas warga, meskipun di benak mereka terselip rasa was-was dan takut. “Ya mau gimana lagi? Setiap hari warga terpaksa melewati jembatan gantung yang sudah rapuh di makan usia ini, untuk aktifitas mereka,” kata Rosyid (50) salah satu warga yang mengurusi keberadaan jembatan gantung tersebut kepada wartawan, Selasa (7/3/2017).

Jembatan Kantalarang tepatnya berada di Kp. Kantalarang RT 02 RW 05 Desa Leuwibatu. Jembatan ini menjadi -satunya akses warga sekitar untuk melakukan berbagai aktifitas. Jembatan yang terbuat dari bahan batang kayu dan dirakit/digabungkan menggunakan tali besi ini, selain digunakan warga untuk pergi ke pasar Leuwiliang, juga dipakai anak-anak yang hendak sekolah. “Jembatan ini di bangun atas kesadaran warga guna membuat akses lebih mudah menuju ke Pasar Leawiliang,” ucap Rosyid. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah untuk akses penting warga tersebut. “Kalau jembatan ini tidak di rawat, sudah pasti perekonomian warga terputus. Kasian juga anak-anak yang ke sekolah. Tapi untuk beli tali besi saja, saya harus pergi kesana kemari guna meminta sumbangan.” tutur Rosyid dengan nada lirih.

Sementara itu, seorang siswi sekolah menengah, Siti Nurlaeni (16), yang setiap hari melintasi jembatan Kantalarang, mengaku terpaksa melewati jembatan tersebut guna lebih cepat mencapai sekolah tempatnya belajar. Meski harus sangat ekstra hati-hati karena licin, namun Siti Nurlaeni mengaku tetap berjuang menyeberangi jembatan tersebut, karena tidak ada pilihan lain. “Saya berharap pada pemerintah, agar segera membantu warga diaini dengan membangun jembatan yang layak. Karena tidak ada lagi jalur alternatif menuju sekolah.” tuturnya. (mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.