Nasib Gunung Pongkor Pasca Antam Belum Jelas

CIBINONG- Belum ada kepastian mengenai nasib Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor usai PT Antam Tbk berhenti mengeksplorasi gunung itu pada 2021 mendatang.

Mengenai perencanaan pun, belum ada ada kepastian siapa yang akan menggarap diatas lahan milik Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) itu.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, ada dua opsi dalam membuat perencanaan pasca tambang PT Antam.

“Untuk pasca tambang, yang membuat perencanaannya PT Antam. Tapi, kalau akan dibuat geopark, maka yang harus membuat perencanaannya pemerintah daerah,” kata Syarifah Sofiah, Kamis (16/3).

Meski itu merupakan lahan milik TNGHS, kata Syarifah, yang melakukan penambangan tetaplah PT Antam.

“Bukan TNGHS yang membuat perencanaan, karena yang melakukan eksplorasi kan PT Antam. Jika jadi geopark, Pemkab Bogor akan menggandeng stakeholder yang ada di lokasi pengembangan dalam perencanaannya,” tukas Syarifah.
Dalam Konsultasi Publik Rencana Pasca Tambang PT Antam Pongkor, Rabu (15/3) di Gedung Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Pemkab Bogor sendiri mengusulkan, eks pertambangan Antam dijadikan ekowisata berbasis pertambangan.

“Kami sih berharap dijadikan tempat wisata berbasis tambang. Jadi seperti museum, mengajak masyarakat masuk ke dalam lubang-lubang eks tambang Antam,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar.

Terpenting, kata Adang, bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar karena lebih dari 30 tahun menyandarkan hidupnya dari hasil pertambangan dan diarahkan ke sektor pariwisata.

“Tentunya akan ada pelatihan-pelatihan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan Mata pencaharian yang baru setelah Antam berhenti beroperasi. Maka, sebelum waktunya Antam tutup, masyarakat sekitar telah mampu menjalankan roda perekonomian bukan dari pertambangan,” kata Adang.

Dia menambahkan, hingga akhir 2016, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor mencapai 184,68 triliun dan sektor pertambangan menyumbang 2,80% diantaranya atau sebesar Rp 5,181 triliun dan dari Kecamatan Nanggung menyumbang 51,82%.

“Ini kan cukup besar. Makanya, Antam harus memikirkan perekonomian masyarakat sekitar,” tegas Adang. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.