Pererat Tali Silaturahmi, Desa Tamansari Gelar Pengajian Rutin Bulanan

Tamansari – bogorOnline.com

Sebagai daerah yang terkenal agamis, warga Desa Tamansari memiliki berbagai kegiatan rutin yang berhubungan dengan keagamaan. Salah satunya adalah pengajian bulanan yang setiap kalinya di gelar di halaman kantor Desa Tamansari.

Kepala Desa Tamansari Gumilar Sutedja (Jaro Tedja) mengungkapkan, pengajian bulanan ini rutin dilaksanakan setiap bulan nya, peserta pengajian adalah perwakilan para ibu dari 37 RT 9 RW 37 serta majelis talim yg ada di wilayah desa tamansari. Rangkaian agenda yang sering dilaksanakan adalah sambutan singkat, tausyiah yang diisi oleh ustad maupun ustadjah, dan sering juga dilanjutkan dengan membaca Al-Quran serta shalawatan. Kegiatan ini pun sering dijadikan ajang bertemu dan berkumpulnya warga, terutama kalangan ibu-ibu. Terkadang dijadikan juga sebagai wadah untuk mengumumkan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan Desa Tamansari.

“kegiatan pengajian tidak hanya dijadikan sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah SWT melainkan juga dijadikan media berinteraksi dengan sesama warga Desa Tamansari serta dapat mempererat tali silahturahmi antar warga. Kegiatan pengajian ini tentunya sangat bermanfaat karena akan meningkatkan pemahaman kita pada Al-Qur’an,” ungkap Gumilar kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (11/3/17).

Jaro Tedja melanjutkan, dalam kesempatan yang baik ini, saya pun meyampaikan realisasi program tahun 2016 kemarin yang sudah terlaksana, serta menyampaikan program di 2017 ini apa saja yang akan dilakukan oleh Desa Tamansari. Tentu saja yang berkaitan dengan sumber bantuan dari pemerintah baik APBN APBD Provinsi ataupun Apbd kabupaten kepada Desa.

“Yang saya sampaikan kepada warga diantaranya perbaikan di tiga titik jalan, pembentukan alokasi dana yang sekian persen akan disubsidikan kepada Bumdes, yang tadinya tujuan nya untuk membantu perekonomian Masyarakat UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut Jaro Tedja mengatakan, terkait dengan masa jabatan saya, masa jabatan kades akan berakhir pada tahun 2020 adapun habis masa jabatan kades adalah 2019, jadi saya harap masyarakat jangan mudah terprofokasi dengan mendengar pembicaraan diluar yang sumbernya diragukan kejelasan nya, yaitu bahwa pemilihan kades itu akan terjadi di 2017 ataupun 2018, dan perlu disampaikan juga adapun pemilihan yang di 2018 nanti adalah pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada kabupaten Bogor.

“Kades mengintuksrikan atau memberikan himbauan kepada warga masyarakat, agar jangan mudah terbawa arus, yang sekarang ada turun ke masyarakat hanya sekedar janji, untuk apa?. Harus ada buktinya dulu, akan lebih baik jika masyarakat menunggu saja intruksi dari kades, itupun jika warga mau mendengar, biasanya apa yang sudah di intruksikan oleh Kades minimal 90% masyarakat akan mengikuti apa yang dipilih oleh Kades. Saya tekankan sekali lagi, warga jangan mudah terbawa arus atau omongan manis bagi siapa saja yang menawarkan Figur untuk pemilihan Bupati 2018 di Kabupaten Bogor, dan Syukur Alhamdulillah dari sekian banyak warga yang tadi hadir siap untuk menunggu intruksi dari Kades Tamansari,” pungkasnya. (Nai).