PBNU KH Said Aqil: Jangan Seenaknya Sendiri, Menggunakan Alquran Hadis

bogorOnline.com-

Belakangan ini, ujaran kebencian, caci makian, cemoohan, dan bahkan hinaan merajalela di jagad maya. Bahkan, tak sedikit yang memakai bahasa-bahasa kotor seperti nama hewan. Banyak pula yang menudingnya dengan sebutan antek asing, aseng, liberal, syiah, dan lainnya. Cacian dan hinaan tersebut ditujukan kepada siapa saja yang memiliki pemahaman yang berbeda dengan mereka dan dinilai merugikan kelompoknya.

Tak segan-segan mereka akan menyerangnya dengan berbagai macam hinaan dan kata-kata yang tak pantas. Bahkan, para ulama atau pakar-pakar keislaman yang puluhan tahun mengkaji dan belajar tentang Islam pun tidak luput dari segala bentuk hinaan tersebut.

Oleh sebab itulah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj atau yang akrab disapa Kiai Said mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus belajar dan memahami Islam dengan pemahaman yang benar. Ia pun mengkritik siapa saja pihak yang memakai dalil Al-Qur’an dan hanya untuk kepentingannya sendiri.

“Jangan seenaknya sendiri menggunakan Al-Qur’an dan Hadis,” kata Kiai Said di gedung PBNU, Senin (3/4/2017).

Menurut Ulama asal Cirebon tersebut, memahami kitab suci umat Islam itu tidaklah semudah yang dibayangkan. Seseorang tidak bisa memahami Al-Qur’an secara utuh jika hanya mengandalkan terjemahan saja. Lantas, Kiai Said memberikan contoh, orang yang memahami Al-Qur’an dengan modal terjemahan sama dengan orang awam yang membaca buku kedokteran, lalu ia membuka praktik.

“Saya baca buku kedokteran, tetapi kemudian membuka praktik. Apakah itu boleh? Jangan ikut campur apa yang enggak kamu tahu!” lanjutnya.

Disamping itu pula, alumni Universitas Umm al-Quro Mekkah tersebut menilai, butuh waktu yang tidak sebentar dalam memahami keseluruhan isi Al-Qur’an. Oleh karena itu, ia sangat menyayangkan banyak tokoh-tokoh yang puluhan tahun mempelajari Islam dan Al-Qur’an dicemooh bahkah dikafir-kafirkan hanya karena pemahamannya berbeda dengan mereka yang baru saja belajar tentang Islam.

“Pak Quraish, berapa puluh tahun,” pungkasnya.(rul)

Sumber: harianindo.com

Comments