Milangkala ka-535, Hayu Ngahiji Kangge Kamajuan Kota Bogor

Bogor – bogorOnline.com
Berbagai perubahan kearah kemajuan terus terjadi di Momentum perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 535, terutama kemajuan di bidang infrastruktur dan lainnya. Namun demikian, berbagai permasalahan pun masih menjadi fokus Pemerintah Kota Bogor untuk diselesaikan, utamanya berkaitan dengan enam skala prioritas yang belum tertuntaskan hingga saat ini.
Pada HJB ke 535 tahun 2017 ini, Pemerintah Kota Bogor mengambil tema, “Ngahiji” (Bersatu), makna yang singkat tetapi memiliki arti yang sangat dalam dan luas. Dengan dinamika dan perkembangan yang terjadi saat ini, Pemkot Bogor mengharapkan semua pihak untuk bersatu membangun Kota Bogor.
“Semua potensi yang ada di Kota Bogor baik di masyarakat maupun pemerintah termasuk yang ada di tokoh tokoh masyarakat dan pihak lainnya, harus disamakan persepsi, gerak langkah, sikap prilaku untuk disatukan dalam ke bersamaan bagi kepentingan Kota Bogor dalam berbagai hal,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor ), Ade Syarip Hidayat.
Dengan momentum HJB tahun ini, diharapkan semua pihak bersatu untuk mewujudkan semua mimpi dan perencanaan yang sudah dibuat hingga tahun 2025 sebagai Kota bogor yang nyaman, masyarakatnya madani dan maju diberbagai bidang.
“Bagaimana mewujudkan harapan itu semua, hanya dengan bersatu. Ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, tetapi harus oleh seluruh pihak. Ngahiji ini memiliki makna yang sangat luas, jadi semua pihak diharapkan untuk sama sama mendukung seluruh program pemerintah dengan bersatu padu menjalankan dan melaksanakannya,” jelasnya.
Selain itu, Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman menuturkan, tema besar pada HJB tahun ini adalah Kota Bogor ngahiji dan Kota Bogor sauyunan. Ini sebuah penguatan agar semua pihak ngahiji atau bersatu untuk memperkuat kebersamaan.
“Semuanya harus ngahiji dan bersama sama membangun Kota Bogor. Dinamika dan perbedaan perbedaan selalu terjadi, itu sangat wajar terjadi. Terpenting tujuan untuk Kota Bogor harus tetap ngahiji,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi warga Bogor, dalam rangka perayakan ulang tahun Bogor yang ke 535. Usia yang cukup tua jika dibanding dengan Kota lainnya di Indonesia.
“Kata orang bijak  “Menjadi tua adalah keharusan dan keniscayaan, namun menjadi matang dan bijaksana adalah pilihan”. Artinya,  pilihan kita semua apakah semakin tua Kota kita ini,  semakin mendewasakan kita dan membuat kita lebih bijaksana untuk menjadikan Bogor kota yang membanggakan bagi kita semua,” ucap Bima, saat sambutan Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Bogor.
Tahun ini tema yang dipilih adalah Bogor ngahiji, kebersamaan dalam keberagaman. Inilah sesungguhnya kekuatan yang utama. Inilah sejatinya kebanggaan sebagai Warga Bogor. Bogor yang guyub yang sejuk, bersatu dan damai.
“Sejarah Kota Bogor adalah sejarah tentang perdamaian dalam keberagaman, sejarah tentang persatuan dalam perbedaan. Sejarah tentang sambung rasa antar warga dari masa ke masa. Inilah warisan pendahulu kita yang akan kita jaga sampai kita menutup mata, karena perbedaan adalah keniscayaan sedangkan persatuan harus diperjuangkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, tidak akan pernah dibiarkan perbedaan pandangan politik, keyakinan agama ataupun kepentingan ekonomi mengkoyak keberagaman yang telah dinikmati selama berabad abad ini.
“Mari kita jadikan setiap momentum di Kota Bogor sebagai kesempatan untuk terus menguatkan kebersamaan kita. Peringatan HJB harus semakin mempersatukan kita. pagelaran kesenian harus mempersatukan kita. Festival olahraga harus mempersatukan kita.Pemilhan presiden, Gubernur dan walikota mendatang juga harus semakin mempersatukan kita, siapapun calonnya apapun partainya dan bagaimanapun hasilnya,” pungkasnya.
Acara perayaan HJB ini, dihadiri Ketua, DPRD Kota Bogor beserta Jajaran, Seluruh Muspida, Para alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, seluruh Kepala Dinas, Camat dan lurah, LPM se-Kota Bogor, Para Kader PKK, Para Pengusaha, Para Guru, Komunitas anak muda dan berbagai Ormas. (Nai)

Comments