Wna Di Puncak Bogor Semakin Merajalela, Mahasiswa Kritisi Pemkab Bogor

CIBINONG –

Terkait keberadaan warga negara asing (WNA) yang datang kewilayah puncak Megamendung dan Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi permasalahan dan sorotan berbagai kalangan baik dari masyarakat, legislatif hingga mahasiswa.

Salah satu mahasiswa bogor, Rizki Permana dari Sekjen Badko (Badan Kordinasi) HMI Jabodetabek dan Pengamat Ekonomi dan Industri menjadi angkat bicara.

“Coba dikaji terhadap keberadaan pendatang di puncak cisarua baik pendatang WNA asal Maroko, Arab, India, Pakistan, saat ini seperti negara khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak punya nyali untuk melakukan penegakan aturan,” katanya saat di hubungi Wartawan.

Menurutnya, bahwa para pendatang WNA tersebut melakukan kawin kontrak dan menjadikan satu kawasan dan daerah dipuncak salah satu kawasan pendatang degan aktifitas seks. “Kami minta kepada pemerintah pusat maupun Pemkab Bogor perlu dikaji, apakah status visa mereka dan bagaimana mereka sampai lama di kawasan puncak tidak ada tindakan tegas dari aparat pemerintah sebagai penegak aturan,” tegasnya.

Bahkan yang terbukti, tambah Rizki, keberadaan mereka sudah melangar dan hanya mendapatkan damai degan membayar kepada oknum petugas yang mempunyai jabatan. “Sering kali dilakukan razia oleh petugas imigrasi dan Muspika Kabupaten Bogor hannya dilakukan pendataan saja dan lalu dilepas kembali tidak dideportasi. Coba mikir mau dibawa kemana Kabupaten Bogor dan Negara ini,” ungkapnya.(rul)

Comments