Mahasiswa PMII Minta Walikota Evaluasi Satpol PP Kota Bogor

Bogor – bogorOnline.com
Mahasiswa yang tergabung kedalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bogor, kembali melakukan aksi unjuk rasa mengkritisi kinerja Satpol PP Kota Bogor. Aksi demo yang digelar di depan Balaikota Bogor, tidak mendapatkan pengawalan dari petugas Satpol PP maupun pihak kepolisian yang disiagakan mengamankan aksi demo.
Ketua PMII Cabang Bogor, Fahrizal mengatakan, Satpol PP sebagai aparat penegak perda di Kota Bogor, memiliki kecacatan, karena banyak sekali tugas dan fungsi yang terlaksana dengan optimal. Contohnya banyak trotoar yang beralih fungsi menjadi lokasi PKL, sehingga hak pejalan kaki telah dirampas, tetapi Satpol PP tidak memberikan tindakan apapun. Selain itu, taman taman di Kota Bogor kerap kali dijadilan ajang perbuatan asusila, dan langkah penegakan perda sangat lamban dalam permasalahan itu. Banyak kegiatan dugaan pungli di pasar pasar, salah satunya di pasar Jalan Suryakencana yang selalu beraktifitas malam hari.
“Kami meminta agar segera di usut tuntas pungli di Satpol PP, tertibkan PMKS, tertibkan bangunan yang tidak mengantongi ijin IMB, tegakkan Perda Kota Bogor yang sebenarnya,” tegas Fahrizal, Senin (14/8/17).
Terkait masih banyaknya bangunan bangunan tanpa ijin IMB dan melakukan pelanggaran berat, namun sampai saat ini belum mendapat tindakan apapun dari Satpol PP.
“Bangunan ruko di Jalan Darul Quran itu merupakan pelanggaran berat terhadap Perda, tetapi tidak ditindak tegas. Keberadaan THM Lucky One di BNR juga melanggar, tapi masih saja dibiarkan beroperasi. Jadi penegakan Perda dari Satpol PP ini mandul saat ini,” jelasnya.
Setelah melakukan orasi, mahasiswa akhirnya membubarkan diri dan mengaku kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Walikota Bogor Bima Arya.
“Kami kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Walikota. Soal kinerja Satpol PP, kami minta Walikota segera melakukan evaluasi di Satpol PP Kota Bogor. Aksi demo ini akan rutin terus kami lakukan setiap satu minggu sekali,” ancamnya.
Terpisah, Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah menuturkan, Kritik dan saran dari mahasiswa menjadi bahan evaluasi bagi Satpol PP. Kalau soal penegakan perda, dalam melaksanakannya ada SOP maupun peraturan yang harus dilalui. Apabila menyangkut masalah pungli, Satpol PP sangat menunggu apabila ada laporan soal pungli.
“Satpol PP juga sudah memberikan tindakan tegas kepada anggota Satpol PP yang terbukti melakukan aksi pungli. Tahun kemarin saja ada 10 orang anggota yang ditindak tegas karena melakukan pungli, dan tahun ini ada 4 orang. Jadi kalau para mahasiswa mengetahui ada petugas Satpol PP melakulan pungli, silahkan laporkan secara resmi, nama anggotanya, kegiatan punglinya berikut barang buktinya. Kita akan tindak tegas,” tantang Agustiansyah. (Nai)

Comments