Pemerintah Kabupaten Bogor, Garap Sekolah Aman Dan Nyaman

CIBINONG-

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor meyambut baik kedatangan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (Yappika) ActionAid dan juga Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia dalam Dialog Publik Penyelesaian Sekolah Rusak Aman dan Nyaman di Kabupaten Bogor, di Ruang Rapat 1 Setda Pemda Cibinong Senin (28/8). Menurut Adang, melalui dialog publik ini, diharapkan tergalinya berbagai persoalan dan membuka informasi mengenai konsidi sekolah rusak di Kabupaten Bogor beserta upaya-upaya yang telah, sedang, dan akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam penanganan sekolah rusak.

“Forum dialog ini harus mampu merumuskan langkah-langkah strategis dan memastikan pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan upaya penyelesaian sekolah rusak di Kabupaten Bogor baik dari aspek koordinasi dan fasilitasi, atau baik yang sedang dikerjakan, telah dikerjakan dan yang akan di kerjakan Pemkab Bogor dalam penanganannya,”  ujar Adang.

Adang juga menambahkan untuk mewujudkan sekolah aman dan nyaman di Kabupaten Bogor mempunyai tantangan tersendiri, yaiut kondisi geoografis yang rawan bencana, belum maksimalnya implementasi pelaksanaan penggunaan anggaran pendidikan sebesar 20% untu perbaikan sarana dan prasarana sekolah serta belum optimalnya penerapan standar mengenai sekolah aman dan nyaman.

“Tantangan-tantangan inilah yang harus melibatkan stakeholder lain dalam menentukan arah kebijakan dalam penerapan sekolah aman dan nyaman. Dan yang paling penting bagaimana mewujudkan sinergitas program dan kegiatan antara Pemerintah Daerah, swasta, dan pelibatan masyarakat , terutama dengan pembangunan infrastruktur sekolah guna peningkatan aksesibilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan itu sendiri,” terang Adang.

Adang juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menangani kasus sekolah rusak. Hal tersebut bisa dilihat dari progres penanganan rehabilitasi ruang kelas yang rusak jenjang SD tahun 2013-2016, yaitu tahun 2013 telah ditangani 1.441 ruang kelas (452 sekolah), tahun 2014 sebanyak 541 ruang kelas (190 sekolah). tahun 2015 sebanyak 503 ruang kelas (178 Sekolah) dan d tahun 2016 telah ditangani sebanyak 586 ruang kelas, 171 sekolah.(rul/Diskominfo)

Comments