Unik Ada Jembatan Lebih Rendah Dari Permukaan Air

bogorOnline.com-

Meski permukaan jembatannya lebih rendah dari permukaan air, tapi jembatan ini memiliki fungsi penyeberangan sungai, dan menjadi tujuan wisata yang terkenal di Belanda. Selain nilai dari fungsinya, jembatan ini juga merupakan pemenang dari Fasilitas Publik Terbaik pada kompetisi Arch Daily’s annual Building of the Year, jembatan Moses oleh Architecten adalah jembatan cekung dan tampak tidak terlihat di kota Halsteren, Belanda.

Mari telusuri bersama seberapa uniknya jembatan ini. Percaya pada matamu, ini adalah sebuah jembatan! Pagar di kedua sisi jembatan hanya sedikit lebih tinggi dari permukaan air, namun, jalur pejalan kaki jauh lebih rendah daripada permukaan air. Ini bukan faktor kenaikan air, namun arsiteknya yang bersikeras sengaja membangun jembatan yang lebih rendah dari permukaan air, anda tahu kenapa? Mari kita pandang dari tempat yang lebih jauh, ya benar, itu adalah sebuah benteng, dan jembatan ini memang digunakan untuk keluar masuk benteng pertahanan.

Benteng pertahanan yang dikelilingi oleh sungai ini adalah Fort de Roovere yang dibangun pada tahun 1662. Benteng ini dirancang untuk menciptakan “West Brabant Waterline” yang kokoh untuk menghalangi pendaratan langsung musuh dan menyerang benteng tersebut. Seiring dengan berakhirnya perang, benteng tersebut perlahan-lahan ditinggalkan, dan membentuk cagar alam ekologis alami. Sampai beberapa tahun kemudian, pemerintah Belanda memutuskan membangun sebuah jembatan unik untuk membuka kembali benteng tersebut sebagai tempat wisata, agar wisatawan bisa berkunjung ke benteng Fort de Roovere yang kerap dijuluki “Moses Bridge”.

Julukan ini diberikan karena desain jembatan yang cukup unik, jembatan ini seolah-olah seperti membelah air. Sekarang jembatan ini menjadi objek wisata populer, rute untuk bersepeda dan hiking. Jembatan tersebut digarap lembaga arsitek.

Bangunan bernama Jembatan Musa itu dibangun sebagai akses menuju sebuah hutan abad ke-17 di Halsteren, Belanda. Dari kejauhan, jembatan tidak terlihat oleh mata. Aliran parit muncul terus menerus dengat tingkat air tetap. Jembatan tampak seperti ada di dalam air. Jembatan yang membelah sungai itu seperti pemandangan ketika Nabi Musa membelah Laut Merah, karena itulah diberi nama “Moses Bridge” atau Jembatan Musa.”

Berkat keteguhan arsitek, sehingga “Jembatan Musa” ini memiliki pemandangan dramatis dan sangat unik dengan mempertahankan panorama keseluruhan “Fort de Roovere.”

Benteng ini baru dibuka untuk turis, yang menjadi daya tarik adalah pembangunan jembatan di atas parit dengan rancangan jembatan cekung yang menjadikan benteng ini memiliki pemandangan dramatis dan sangat unik. Pemikiran yang mengagumkan, jika semua pengembang atau atau pengusaha memiliki pemikiran seperti ini, maka tidak akan terjadi hal-hal yang merusak atau memengaruhi lingkungan karena berbagai kepentingan pribadi.(rul)

Sumber: erabaru.net

Comments