Warga Keluhkan Sulitnya Bikin Rujukan Puskesmas Parungpanjang

 

PARUNGPANJANG – Sebuah pesan melalui aplikasi Whatsap beredar di komunitas warga Parungpanjang. Pesan tersebut menujukan seorang warga yang merupakan peserta BPJS hendak meminta rujukan USG untuk memenuhi syarat pendaftaran peserta BPJS untuk calon bayi warga tersebut mendapatkan penolakan dari petugas Puskesmas Parungpanjang, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang.

“Hari ini saya ke Puskesmas mau minta rujukan buat USG, buat persyaratan pembuatan BPJS calon bayi tapi ditolak karena tidak ada keluhan, padahal BPJS saya bayar pribadi. Saya kecewa dengan Puskesmas Parungpanjang, mau buat rujukan saja susah,” demikian isi pesan dari pemilik nomor Whatsap Uswatun.

Pesan itu kemudian di screenshot dan disebarluaskan hingga menjadi viral di sekitar masyarakat Parungpanjang.

Merespon hal tersebut, Kepala Puskesmas Parungpanjang dr. Susi Juniar mengatakan, tidak semua kasus bisa dirujuk. Menurut dia penerbitan rujukan dari Faskes 1 Ada aturannya dari bpjs. “Hampir 150 penyakit tidak boleh dirujuk, “Ujarnya, kepada bogoronline.com, Jumat 08/11/2017.

Menurut Susi, kasus tertentu tidak bisa dirujuk karena memang harus ditangani oleh puskesmas. Adapun untuk kasus rujukan ke dr.obgyn pun jikalau memang tidak ada penyulit ataupun masalah dengan kehamilan juga harus ditangani di puskesmas. “Setahu saya, persyaratan calon bayi itu tidak perlu rujukan dari kami, tapi cukup diurus langsung ke bpjs, tanpa harus USG,” paparnya.(Mul)

Comments