Kekuatan Mesin Partai Koalisi Bima Dedie Bakal Gembos

bogorOnline.com

Banyaknya partai politik yang mengusung pasangan Bima Arya dan Dedie A Rachim di Pilwalkot Bogor, tidak menjadi jaminan bahwa parpol tersebut seratus persen akan fatsun. Apalagi parpol parpol itu merupakan usungan tingkat DPP yang mengesampingkan peran para elite parpol di tingkat daerah.

Pengamat politik Yus Fitriadi mengatakan, banyaknya kendaraan yang mengusung, belum tentu seratus persen fatsun, bisa saja kendaraan itu kosong. Dalam politik, penggembosan lumrah terjadi, seperti koalisi yang mengusung Bima dan Dedie di Pilwalkot Bogor. Mundurnya Usmar Hariman dari posisi Ketua DPC Demokrat Kota Bogor akan memberikan pengaruh terhadap pasangan Bima dan Dedie.

“Walau bagaimanapun Usmar merupakan aktor politik yang sudah membuktikan sebagai aktor politik yang mempunyai elektabilitas memadai, hal itu bisa dibuktikan dengan berhasilnya menjadi anggota DPRD selama 2 periode dan wakil walikota Bogor. Sehingga yang namanya aktor politik tidak akan pernah berhenti untuk berdialektika politik apalagi dihadapkan dengan momentum politik yang sangat penting seperti pilkada, pileg dan pilpres, ditambah lagi Usmar mempunyai energi lebih karena merasa “dizolimi” oleh partainya sendiri,” ungkap Yus.

Menurut Yus, spirit dan perlawananan dari Usmar mempunyai energi lebih, salah satu caranya dengan bergabung kepada lawan politik yang diusung oleh Demokrat. Karena Usmar merupakan aktor politik yang sudah mampu membuktikan dalam membangun basis pemilih, sehingga akan sangat kuat pengaruhnya dalam menggembosi suara Demokrat kemanapun Usmar berpihak, yang saat ini Usmar bergabung dengan pasangan Ru’yat dan Zaenul, maka suara Demokrat akan digembosi untuk memilih pasangan tersebut.

“Semuanya sangat mungkin, apalagi koalisi parpol mengusung Bima dan Dedie ini tidak mengambil figur di tingkat lokal tetapi bermain di tingkat nasional. Jadi bisa merugikan bagi paslon Bima dan Dedie,” tandasnya. (Nai)