ESA Tampung Aspirasi Masyarakat, Akan Membangun Wadah Agar Komunikasi Tak Terputus

bogorOnline.com

Memasuki masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor, calon walikota dari jalur perseorangan, Edgar Suratman terus mengenalkan program – programnya kepada masyarakat. Salah satunya di RT 02/RW 08 Situ Pete, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Edgar menegaskan bahwa dalam menjalankan pemerintahan yang baik, seorang pemimpin tidak boleh mengedepankan ego pribadi.

“Saya tak mau banyak janji, tapi lihat saja implementasinya nanti. Intinya dalam mengambil kebijakan seorang pemimpin harus menggunakan panca inderanya. Jadi sebelum mengambil keputusan, harus didengarkan, dilihat, dirasakan, dan dicium imbas dari kebijakan tersebut,” ujarnya saat menjawab pertanyaan warga, yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL) buah – buahan di Jalan Dewi Sartika.

Atas dasar itulah, Edgar berjanji akan membangun wadah untuk menampung aspirasi warga sehingga komunikasi dengan pemerintah takkan terputus.

“Insha Allah akan ada wadahnya. Jadi komunikasi antara pemerintah dan warga tidak akan terputus. Kearifan lokal harus tetap dijaga,” tegasnya.

Selain itu, kata Edgar, pemerintahan yang baik juga harus disokong dengan akhlak yang baik dari para aparatur pemerintahan.

“Apabila seseorang mempunyai akhlak baik dan disiplin tinggi, tentunya rakyat akan terlayani maksimal. Harus ada surat imbauan kepada seluruh ASN yang bergama Islam, bahkan di sekolah – sekolah untuk menghentikan aktifitasnya saat adzan berkumandang, dan salat ke masjid,” jelasnya.

Sebab, kata Edgar, nilai – nilai keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan harus terus ditanamkan lantaran hal itulah yang menjadi falsafah hidup warga Kota Bogor yang dituangkan melalui piagam Ngabogor.

“Pada Ngabogor Bodas sudah jelas hidup mesti tangguh dan beriman serta tujuan utama dari setiap pekerjaan hanya untuk mencari ridha Tuhan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Mustasyar Nahdlatul Ulama Bogor itu.

Lebih lanjut, Edgar menilai pendidikan keagamaan di sekolah juga harus diperkuat, tidak hanya berlaku bagi sekolah yang mayoritas muslim.

“Sebab, pada intinya harus ada keseimbangan hubungan antara manusia dengan sang pencipta, sehingga akan tercipta budaya disiplin dan malu berbuat negatif,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Situ Pete, H Suparta menyambut baik kedatangan Edgar. Menurutnya, Edgar merupakan sosok pemimpin religius yang tidak pernah mengumbar janji.

“Saya sangat simpati dengan Pak Edgar jarang pemimpin yang tidak mengobral janji,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia mengaku siap memenangkan Edgar Suratman di Situ Pete dan Sukadamai.

“Kami sepenuh hati mendukung dan siap memenangkan Pak Edgar di Pilkada nanti,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang warga Umar menegaskan bahwa sosok religius dan santun sangat dibutuhkan oleh Kota Bogor.

“Saya sangat optimis, apabila Pak Edgar terpilih menjadi walikota saya yakin setiap kebijakannya bakal mengedepankan kearifan lokal,” tandasnya. (Nai)

Comments