Pengasuh Ponpes Bantah Info Hoax MedsosTentang ODGJ Masuk Dan Merusak Ponpes

 

KEMANG – Jajaran Polsek Kemang Polres Bogor melakukan langkah cepat berupa klarifikasi atas ketidakbenaran informasi hoax (berita bohong) di media sosial tentang adanya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masuk ke dalam area pondok pesantren (ponpes) dan diduga akan menganggu kegiatan Ponpes Riyadhul ‘Ibtida di Kp. Nagrog RT 7/ 6 Desa Tegal Kecamatan Kemang. “Informasi yang ada di media sosial tersebut bohong. Itu hoax. Jadi sama sekali tidak benar informasi di medsos tersebut,” ujar Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat kepada sejumblah wartawan, Jum’at (16/2/2018).

Kapolsek Kemang menambahkan, aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke Ponpes dan berkoordinasi dengan pihak pengasuh ponpes Riyadhul ‘Ibtidha, Pemdes Tegal dan MUI Kecamatan Kemang. Menurutnya, pihak kepolisian sama sekali tidak menemukan adanya peristiwa tersebut.

Terkait informasi hoax di medsos yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab, Kapolsek meminta masyarakat berfikir dan bertindak cerdas saat menerima sebuah informasi. “Kami himbau juga agar masyarakat berhati – hati saat menggunakan medsos,” tandas Kompol Ade Yusuf Hidayat.

Sementara pengasuh Ponpes Riyadhul ‘Ibtidha Ustad Miftahudin memaparkan, jika suasana di lingkungan ponpes kondusif. Dia menegaskan, informasi yang ada di medsos adalah bohong dan sama sekali tidak benar.

Dia menambahkan, kegiatan di ponpes berjalan biasa – biasa saja dan aman. “Info di medsos itu berita bohong dari orang yang tidak bertanggungjawab. Mungkin mereka ingin merusak hubungan baik ulama dan umaro juga umat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua MUI Kecamatan Kemang KH. Muhamad Zen. “Selama ini komunikasi dan koordinasi kami dengan pihak Polri dan seluruh elemen masyarakat sangat baik. Intinya suasana Kamtibmas dan keagamaan di wilayah Kecamatan Kemang sangat kondusif,” pungkasnya. (MUL)