BNNK Bogor Tangkap Kurir Ganja Diduga Jaringan Lapas

Cibinong – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor telah menangkap seorang kurir pengedar ganja berinisial FS alias O (31) yang merupakan residifis kasus yang sama. Diduga penangkapan disertai barang bukti sebanyak 50 Kg Ganja ini merupakan jaringan dalam Lapas.

“Kami masih dalami, apakah ada kaitannya dengan seseorang didalam Lapas atau tidak, karena tersangka merupakan residifis yang belum lama keluar dengan kasus yang sama,” kata Kepala BNNK Bogor Nugraha Setiabudi di kantor nya, Selasa (20/03).

Budi mengungkapkan, penangkapan FS sendiri ditangkap di rumah kontrakannya usai menerima paket ganja yang berada dalam dua koper besar di Kampung Pleret Rt06 Rw12 Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin (5/3) yang lalu.

“Pelaku kami tangkap di kontrakan nya, termasuk 50 Kg ganja yang disimpan dalam dua buah koper,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, puluhan kilogram ganja tersebut didatangkan dari Aceh dengan menggunakan jasa pengiriman barang.

Kemudian, lanjut Budi, dengan perintah bandar pelaku mendistribusikan ganja-ganja tersebut ke wilayah Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Bogor.

Dari pengakuan tersangka, barang haram itu dijual seharga Rp3,5 juta perkilogram. “Dari penjualan itu, tersangka mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu perkilogram,” jelasnya.

Budi juga menambahkan, untuk memuluskan peredaran ganja dan menghindari pantauan dari aparat, FS selalu mengubah alamat dan nama penerima paket.

“FS terkenal licin karena selalu mengubah alamat dan nama penerima paket ganja. Setelah melakukan pengamatan dan pengintaian selama beberapa waktu akhirnya kami berhasil menangkap tersangka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasie Berantas Narkoba BNNK Bogor Kompol Supeno juga menambahkan, BNNK Bogor terus mengejar bandar besar pemasok ganja kepada FS baik yang berada di wilayah Jakarta maupun Aceh.

Ia mengaku agak mengalami kesulitan untuk mendapatkan bandar narkoba yang melibatkan FS tersebut, karena menurutnya jaringan pengedar ganja ini sudah menutup diri pasca penangkapan FS yang sempat direkam oleh seseorang yang kemudian viral di Medsos.

Tersangka FS sendiri terancam hukuman mati, seumur hidup atau minimal lima tahun penjara sesuai pasal 114 ayat 2 junto pasal 111 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba.

“Sesuai Undang-undang narkotika, pelaku terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. FS sendiri sudah pernah dipenjara selama lima tahun di Lapas Pondok Rajeg karena kasus yang sama,” tukasnya. (adi)

Comments