Nuraeni Menangkan Perkara Persengketaan Tanah Dengan Perumnas Parungpanjang Di PTUN Bandung

APARUNGPANJANG – Nuraeni warga Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang memenangkan persidangan di pengadilan tata usaha Negara (PTUN) terkait perkara persengketaan tanah miliknya dengan pihak perum Perumnas Parungpanjang.

Berdasarkan pers rilis yang di terima bogoronline.com, putusan tersebut teregister dengan nomor 132/G/2017/PTUN/-BDG. Dalam rapat permusyawaratan dipimpin majelis ketua Jusak Sindar, majelis hakim Dewi Asimah dan Retno Nawangsih masing – masing selaku hakim anggota dan bantu oleh Nasib Illahi panitera pengganti di PTUN Bandung pada, Rabu 07 Maret 2018.

“Selama proses persidangan pada bulan Oktober 2017, hingga Rabu 07 Maret 2018 pihak BPN sebagai tergugat tidak dapat memunculkan warkah atas sertifikat kepemilikan perumnas tersebut,” kata Angga Perdana penasehat hukum Nuraeni, kepada bogoronline.com, dalam rilisnya.

Angga mengatakan, ada dugaan terlalu kentalnya permainan atas pembebasan lahan untuk perumahan Sentraland. Hal tersebut begitu terasa pada saat sidang pembuktian, dimana luas data tanah dimiliki oleh perum perumnas selalu berubah – ubah dan dari hasil sidang pemeriksaan setempat tidak terlalu bisa menguasai kondisi fisik tanah di lapangan hingga salah menentukan persil tanah yang menjadi sengketa.

“Jangan sampai pemerkosaan terhadap hak – hak setiap warga Negara terzolimi oleh penguasa dan pengusaha,” tegasnya.

Selama masih berperkara dalam proses hukum, sertifikat HGB Nomer 5466/Kabasiran, atas nama perum perumnas masih di blokir dalam waktu yang tidak dapat ditentukan.

Ketika di konfirmasi di perum perumnas Jakarta, Irfan bagian hukum perumnas belum bisa di temui. Irfan beralasan sedang menghadiri sidang di pengadilan Jakarta. “Bapak tidak ada di kantor lagi ke pengadilan,” ujar Widi. (MUL)

Comments