Di Bogor, Kang Uu Didukung Kyai Idolanya

Bogor – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 Uu Ruzhanul Ullum mengaku takjub saat datang ke pondok pesantren Darul Rohman, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, kemarin.

Ia takjub lantaran Kyai idolanya, yakni KH. Sukron Makmun pimpinan pesantren tersebut menyatakan dukungannya kepada pasangan Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum) untuk memenangkan kontestasi Pilkada Jabar, 27 Juni mendatang.

“Banyak paslon lain yang ingin bertemu dengan saya, tetapi karena waktunya tidak pas, paslon tersebut tidak bisa bertemu. Tetapi Uu, hadir di sini karena kami undang dan saya mendukung Uu sebagai calon Wagub Jabar,” kata KH. Sukron Makmun.

Mubalig kondang ini menjelaskan, alasannya mengapa ia mendukung Kang Uu. Menurt dia, karena Kang Uu cucu ajengan KH. Choer Affandi, pendiri pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya. Ia lahir dan dibesarkan di kalangan pesantren sehingga KH. Sukron yakin Kang Uu peduli pada pesantren dan kyai.

“Saya tidak lihat partainya, saya lihat figur Uu yang saya sukai sebagai seorang santri. Dengan dukungan ini saya perintahkan para santri dan kyai di sini untuk mendukung Rindu,” kata kyai berusia 78 tahun ini.

Tiba-tiba saja, salah seorang hadirin berteriak, “Kyai tobat! kyai tobat!” Suasana pun seketika hening. Lima ribuan pengunjung yang hadir mengarahkan pandang pada lelaki yang berteriak tersebut.
Lalu KH. Sukron bertanya pada pria tersebut, “Tobat apa ente?”

“Maaf kiai, saya sudah menjadi tim sukses paslon lain, karena Pak Kyai awalnya tidak mengerahkan kami. Baru hari ini saya dengar sikap kyai. Saya tobat Pak Kiai,” kata pria yang telah mengerahkan massa sekitar enam ribu orang untuk mendukung paslon tersebut.

“Setelah mendengar sikap Pak Kyai, saya akan pindahkan dukungan massa itu ke pasangan Rindu,” katanya. Hadirin pun spontan tepuk tangan.

Seorang perempuan usia 30-an menimpali, “Ente jangan kemana-mana? Sudah dukung Rindu aja,” kata dia dengan suara keras pada lelaki yang tadi berteriak tobat itu.

Melihat sikap KH. Sukron dan santri serta para kyai di pesantren itu, Kang Uu mengaku takjub. Menurut dia, baru kali ini dia datang ke pesantren dimana jamaahnya berteriak, tobat! Tobat! Di depan kyainya.

Dengan demikian, Bupati Tasikmalaya 2 periode ini menilai bahwa Kabupaten Bogor dan Kota Bogor merupakan wilayah dimana persaingan antar paslon gubernur dan wagub Jabar cukup ketat. “Alhamdullilah, saya didukung oleh kyai idola saya,” ujarnya.

Alasan Kang Uu mengagumi KH. Sukron karena ceramahnya luar biasa, gaya bahasanya mudah dicerna dan selalu bicara berdasarkan keilmuan Islam yang luhur.

Sejak kelas 2 dan 3 SMP, Kang Uu mengaku selalu hadir jika kyai yang seangkatan dengan KH. Nur Iskandar, KH. Abu Hanifah itu mengisi ceramah di Priangan Timur.

Terkait pesan KH. Sukron, bahwa dia harus membela agamanya dan berpihak pada pesantren, Kang Uu menjelaskan bahwa Rindu memiliki 4 program unggulan.

Yakni, Jabar juara agama, juara masyarakatnya, juara aparatur, dan juara infrakstruktur. Pada point juara agama, dimaknai bahwa seluruh pemeluk agama harus mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan ibadahnya.

“Jika takdir Allah, Rindu memimpin Jabar, maka pada awal kepimpinan, khusus untuk Pendidikan pesantren, kami akan bikin Perda Pesantren. Dengan Perda itu, Pendidikan pesantren akan lebih diperhatikan, begitupun kesejahteraan kiainya,” ucap Kang Uu.

Politikus yang santri

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa KH. Syukron Makmun merupakan seorang politikus ulung dan orator hebat pada masanya.

“Beliau mendapat pendidikan politik langsung dari Almaghfurlah KH. Idham Chalid dan sempat menjabat Ketua Umum salah satu partai politik. Sedangkan H. Uu Ruzhanul Ulum atau lebih akrab dipanggil Kang Uu adalah cucu pendiri Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dan sejak kecil memang berada dilingkungan Pondok Pesantren,” kata Romy.

Menurutnya, dia mulai aktif di politik pada usia 18 tahun dengan menjadi Ketua Ranting PAC PPP di salah satu desa, dan berlanjut menjadi Ketua PAC, Ketua DPC, Ketua Fraksi, Ketua DPRD Kab Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya dan saat ini menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Ridwan Kamil.

“Yang bisa kita pelajari salah satunya adalah bahwa Idealnya Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia mempunyai banyak pemimpin dengan latar belakang santri. Kenapa? Karena untuk memajukan pesantren, memajukan pendidikan keagamaan tidak ada cara yang lebih efektif selain menjadikan santri sebagai pemimpin,” tukasnya. (adi/*)

Comments