Mahasiswa Kecam Insiden Meninggalnya Warga, Akibat Pelayanan Rs Bina Husada Cibinong

CIBINONG –
Ketua Keluarga Mahasiswa Peduli Bogor (KMPB), Robby Faisal mengatakan, mengenai insiden dugaan pelayanan Rumah Sakit (RS) Bina Husada Cibinong yang berlokasi di Jalan Raya Mayor Oking Jaya Atmaja KM.1 No.101, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Membuat salah salah satu warga bernama Wahyudi (43) harus meregang nyawa akibat pelayanan Rumah Sakit Husada yang buruk. Dengan tegas pihaknya mengecam kejadian tersebut lantaran sampai adanya korban jiwa.

“Apa karena masyarakat tersebut miskin sehingga RS tidak mau memberikan perawatan medis. Jangan seperti itu karena para dokter yang ada di Husada tentunya sudah disumpah, yang mana salah satu bunyinya adalah. Akan membaktikan hidup guna kepentingan perikemanusiaan,” tegas
Robby yang juga aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bogor saat dihubungi bogorOnline.com Selasa (29/5/18).

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit (RS) Bina Husada nampak takut dipertanyakan soal dugaan salah satu anggota Organisasi Masyarakat (Oramas) meninggal dunia akibat tidak dilayani secara medis. Kenyataan tersebut seperti penjelasan dari Hubungan masyarakat (Humas) RS Bina Husada
Yuni saat ditemui awak media. Usai melakukan mediasi dengan Ormas di Polsek Cibinong. Dengan melontarkan kalimat pihaknya tidak bisa
bisa menjawab, apa yang dituduhkan ke Rumah sakit yang ia kelola.

“Nanti ya sekarang kita belum bisa jawab,” ujar Yuni sambil berjalan cepat meninggalkan kantor Polsek Jumat (25/5/18).

Ketua PAC Ormas wilayah Gunungputri Usmar Jabir mengatakan, kedatangan pihaknya ke Bina Husada untuk menuntut atas buruknya pelayanan rumah sakit, yang sudah membuat anggotanya. Sampai meninggal dunia akibat lambatnya penanganan medis.

“Awalnya anggota saya kemarin sakit jantung, saran dokter harus segera dimasukin ke ICU, karena menurut dokter pasien ini sudah kritis. Maka istri almarhum daftar ke bagian administrasi dan harus ada dana sebesar 10 juta. Sedangkan istri almarhum hanya membawa uang sebesar 300 ribu. Namun secara tiba-tiba rumah sakit, malah mengatakan kamar sudah penuh,” kesalnya saat ditemui bogorOnline.com.(rul)

Comments