Program Pengembangan Wisata dan Pertanian Ala Rindu Didukung Tokoh Pangandaran

Pangandaran – Sejumlah tokoh publik di Kabupaten Pangandaran mendukung program serta visi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dalam memetakan rencana pengemasan kawasan pesisir Pantai Selatan Jawa Barat tersebut.

Saat berdiskusi dengan warga, Cawagub Uu Ruzhanul Ulum yang memiliki darah keturunan Pangandaran dari sang kakek, K.H. Choer Affandi mengatakan, jika ia berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan daerah leluhurnya tersebut.

Menurutnya, kondisi Pangandaran saat ini telah lebih baik ketimbang yang nampak beberapa tahun ke belakang.

“Sekarang Kabupaten Pangandaran di bawah pimpunan Pak Jeje (Bupati) sudah bagus. Pangandaran jalannya sudah mulus, banyak pembangunan tapi Insyaallah nanti akan lebih maju lagi,” kata Kang Uu di Pangandaran, Minggu (27/5/2018).

Dia juga mengaku telah memilik rencana mengembangkan Pangandaran menjadi daerah yang berfokus pada sektor pertanian dan wisata jika terpilih menjadi orang nomor dua di Jabar nanti.

Menurutnya, kedua sektor itu punya potensi untuk dikembangkan dan sesuai dengan kondisi topografi Pangandaran.

Uu menuturkan Pangandaran memiliki potensi pariwisata di berbagai sisi, termasuk di antaranya wisata bahari, sejarah, kerajinan, kuliner, dan religi.

Jika digabungkan dan dikelola dengan baik, potensi pariwisata itu akan menguntungkan dan berdampak positif kepada masyarakat.

“Kami juga ada masukan dari masyarakat, katanya tidak boleh ada manufaktur, tidak boleh ada pabrik. Kalau masyarakat di sini tidak mau, tentu kita akan melakukan apa yang diinginkan masyarakat,” ungkapnya.

Lagi pula, kata Bupati Tasikmalaya nonaktif ini, pengembangan sektor industri manufaktur tidak akan sesuai dengan rencana pengembangan kawasan wisata di Pangandaran.

Keberadaan pabrik-pabrik berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas sedemikian rupa hingga pencemaran lingkungan yang bakal mengganggu kenyamanan berplesir.

Dia bakal mengusahakan agar industrialisasi tidak terjadi kawasan Jabar bagian timur yang berbatasan dengan selatan. Kawaan industri ini menurutnya bakal difokuskan di Jabar bagian barat sebagaimana telah terjadi saat ini.

“Kalaupun masyarakat mau berinvestasi di wilayah Pangandaran, silahkan yang sesuai dengan pariwisata, bikin hotel, rumah makan, rental mobil, atau sarana-sarana pariwisata yang lain yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Terkait pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, Uu mengatakan hal tersebut harus dilakukan sebagai konsekuensi dari tidak dilakukaknnya manufakturisasi.

Pertanian dan perkebunan di Pangandaran, sebut Uu, sudah menjadi sektor andalan masyarakat sejak dahulu kala.

“Sejak dari dulu, Pangandaran, Cijulang ini adalah wilayah perkebunan kontrak. Makanya ini harus dijaga kelestariannya. Insyaallah saya akan menjaga kelestarian dan tidak akan mengganggu komunitas masyarakat yang ada di sini,” tuturnya.

Tokoh masyarakat Parigi, Iin Komarudin menuturkan Pangandaran punya potensi pertanian dan wisata yang bisa diolah secara maksimal.

Dia menyebut kondisi bentang alam Pangandaran cocok dikembangkan untuk usaha pertanian dan perkebunan. Sektor kelautan Pangandaran juga kaya akan potensi perikanan dan pariwisata.

“Tapi semuanya masih belum maksimal. Seharusnya bisa dimaksimalkan. Kita punya Menteri dari Pangandaran, membuktikan bahwa sektor kelautan Pangandaran sangat luar biasa. Soal wisatanya sudah tak perlu diragukan lagi, potensinya besar,” kata Iin.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pangandaran, Muhammad Arifin mengharapkan agar ke depan pembangunan infrastruktur jalan di Pangandaran juga dikembangkan.

Keberadaan jalan mulus dinilai bakal menjadi pemicu kian masifnya arus pelancongan ke berbagai tempat di Pangandaran.

“Selama ini, kan, yang baru terkenal pantainya. Kalau jalan yang bagusnya diperbanyak, tempat lian bisa dikunjungi. Perekonomian juga akan semakin maju kalau banyak wisatawan. Mereka pasti membeli produk oleh-oleh lokal,” tukasnya. (adi/*)

Comments