Dihadapan Panwaslu, Lurah Babakan Akui Kesalahannya

bogorOnline.com

Lurah Babakan Heri Eriyadi akhirnya memenuhi panggilan Panwaslu Kota Bogor untuk mengklarifikasi dan menjelaskan keterlibatannya sebagai ASN dalam kasus mengarahkan kepada salah satu paslon di Pilwalkot Bogor, yang menggemparkan Kota Bogor jelang masa tenang ini.

Heri datang seorang diri menggunakan pakaian ASN coklat ke kantor Panwaslu, Jalan Ismaya, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Senin (25/6). Kurang lebih dua jam diperiksa, Heri meninggalkan kantor Panwaslu.

Kepada awak media, Heri menyerahkan sepenuhnya kasus yang menimpa dirinya ke Panwaslu Kota Bogor. “Silahkan nanti tanyakan langsung ke Panwaslu,” ujarnya.

Namun demikian, Heri mengakui bahwa dirinya memang membuat status dan foto berisi ajakan mendukung atau mengajak  kepada salah satu paslon Pilwalkot di status WhatpApp (WA). Tapi status itu menurut Heri sudah dihapus. “Sudah di hapus kalau soal itu,” akunya singkat.

Sementara, Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Elias Mau menjelaskan, Lurah Babakan datang untuk memenuhi panggilan klarifikasi dan menjelaskan soal kronologis tentang membuat status di WA dan IG yang berisi provokasi, ajakan dan mendukung salah satu paslon di Pilwalkot.

“Lurah Babakan sudah menjelaskan seluruh kronologis terkait memprovokasi atau mengajak untuk memilih salah satu paslon. Kami akan mengkaji secara hukumnya dengan teliti dan tepat sehingga bisa diketahui nanti, sanksi hukum apa yang akan diberikan kepada ASN tidak netral di Pilkada ini,” katanya.

Lanjut Yustinus, Lurah Babakan sudah menceritakan semua kronologisnya dan Lurah Babakan sudah mengakui telah melakukan perbuatan itu, yakni memposting foto salah satu paslon, dan status yang berisi ajakan atau memprovokasi agar memilih paslon tersebut. Soal disengaja atau unsur tidak disengaja, nanti akan dikaji mendalam dengan memeriksa berbagai pihak dan saksi. Seperti tadi Lurah Babakan mengakui bahwa status di WA itu dia sendiri yang memposting dan membuat, tetapi untuk status di IG, Lurah berkilah bahwa yang membuat adalah anaknya.

Saat kejadian menurut Heri, sedang nonton bola, lalu anaknya memposting foto salah satu calon yang diambil dari status pamannya. Kejadian postingan itu dilakukan pada hari Sabtu pas masuk ke masa tenang di Pilkada ini.

“Kita akan periksa nanti, baik anaknya maupun pamannya serta pihak lainnya juga. Kedepannya akan dilakukan kajian klarifikasi secara lengkap. Yang pasti Lurah Babakan sudah menandatangi diatas materai bahwa siap dipanggil kapanpun oleh Panwaslu,” jelasnya.

Terkait masalah pelanggaran yang dilakukan ASN, berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/71/M.SM.00.00/2017. Surat Edaran tersebut mengatur pelaksanaan netralitas bagi ASN pada penyelenggaraan pilkada serentak 2018, pileg dan pilpres 2019. ASN juga terikat dengan UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilu Gubernur, Bupati, dan Walikota, UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah. Juga PP nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,

“Sanksi sudah jelas diantaranya ditundanya gaji selama satu tahun diturunkan dari jabatannya, atau diberhentikan dipecat sebagai ASN. Jadi sanksinya tidak main main, oleh sebab itu, kasus ini akan didalami hingga selesai,” tandasnya.