PC PMII Kabupaten Bogor Resmi Dilantik

KEMANG-

Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bogor periode 2018-2019 sekaligus seminar nasional dan buka bersama, Pelantikan ini mengusung tema “Menggelorakan hubbul wathon minal iman di era milenial dalam menangkal faham radikalisme dan terorisme” di gedung auditorium lembaga bina santri mandiri (LBSM) Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Acara dikemas dengan beberapa kegiatan, agenda pembuka pentas seni dari seluruh komisariat definitif yang ada di Kabupaten Bogor seperti Qori’ dari IAIN Laa Roiba, paduan suara dari UNUSIA, tari saman dari UNUSIA, tari ranup dari STAI Al-Aulia, Nasyid dari Universitas Djuanda serta basecamp accoustic dari UNUSIA. Lalu dilanjutkan dengan Seminar Nasional dan diakhiri dengan Buka Bersama.

Pelantikan dan bai’at jabatan dilakukan oleh Ayi Sofwanul Umam Ketua PB PMII Bidang Kemaritiman. M. Zulfikri terpilih sebagai ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Bogor, menggantikan ketua sebelumnya, Husnul dalam KONFERCAB PMII Kab. Bogor ke-XX
Dalam pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh kader dan anggota PMII Se Kabupaten Bogor dan perwakilan dari Organ-organ kemahasiswaan seperti HMI, IMM, PMKRI, GMKI, BEM Se-Bogor beserta perwakilan dari Kapolres Bogor, Perwakilan Bupati Bogor dan Mabincab PMII Kab. Bogor sekaligus IKA PMII Kab.Bogor.

Ketua PC PMII Kab. Bogor M. Zulfikri mengatakan dalam sambutanya mengajak kepada seluruh pengurus cabang untuk bersatu padu dalam mengawal kaderisasi di PMII Kab. Bogor, serta komitmen selalu dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan indonesia sebagaimana terdapat dalam AD/ART PMII Bab IV Pasal 4 tentang tujuan PMII dalam ujung kalimatnya.
Pelantikan kali ini menyinggung tentang Radikalisme dan Terorisme.

“PMII sebagai organisasi yang berasaskan Pancasila dan berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah harus komitmen dalam mengawal keutuhan NKRI dari pada rongrongan segelintir orang yang ingin merusak kebhinekaan Indonesia, di tingkatan mahasiswa ini harapannya mampu menggerakkan nilai-nilai aswaja secara hakiki. Dan tidak hanya sekedar retorika, akan tetapi lebih output yang dihasilkan, deradikalisasi harus dimulai dari kalangan pelajar maupun mahasiswa dengan salah satunya internalisasi nilai-nilai keIslaman yang rahmatan lil ‘alamin,” tambah Fikri.(rul/wa)