Jual Beli Lahan Samudera Residence, PT EMB Merasa Ditipu Dalam Perjanjian

Tajurhalang – Jual beli lahan yang sudah menjadi kawasan perumahan Samudera Residence Tajurhalang berbuntut panjang. Pasalnya, pembeli yakni PT.Elang Mulia Bersama (EMB) mengaku merasa tertipu atas perjanjian dengan PT Cipta Ekatama Nusantara (CEN) selaku pihak penjual.

Direktur Utama PT EMB, Hamzah Muhammad Ali mengatakan, bahwa PT EMB dan PT CEN merupakan pengembang perumahan Samudera Residence Tajurhalang, ada perjanjian jual beli dan kerjasama didalamnya.

“Yang terjadi penipuannya di dalam perjanjian tersebut, disisi lain, PT CEN malah membuat perjanjian lagi dengan PT Brantas Abipraya, nah PT Brantas take over semuanya termsuk ganti nama menjadi Arya Green Residence. Jadi itu masalah nama aja, substansinya penipuan dalam perjanjiannya itu,” kata Hamzah Muhammad Ali, Sabtu (08/09/2018).

Hamzah menjelaskan, bahwa sebelumnya PT.CEN dan PT.EMB telah melakukan akta perikatan jual beli tanah dan akta perjanjian kerjasama di Perumahan Samudera Residence di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, seluas ±20 Hektare sesuai Akta No 113 dan 114 tanggal 28 Agustus 2015.

PT.EMB sebagai pembeli merasa dirugikan, karena telah melakukan pembayaran sebagaimana yang diatur dalam perjanjian untuk dipergunakan PT.CEN mengurus legalitas proyek seperti revisi IMB dan Siteplan.

“Namun yang terjadi PT.CEN selaku penjual dan pemegang izin perumahan tidak memenuhi kewajibannya untuk mengurus legalitas proyek perumahan tersebut, sehingga berdampak luas kepada konsumen atau warga perumahan Samudera Residence yang lebih dari dua tahun tidak mendapatkan kepastian atas kepemilikan surat-surat dan legalitas perumahan yang dibeli nya,” jelasnya.

Hamzah menambahkan, bahwa pada tanggal 6 September kemarin pihaknya juga telah melayangkan surat pemberitahuan ke dua nya kepada PT Brantas Abipraya.

Intinya, bahwa objek tanah proyek perumahan Arya Green Residence Tajurhalang diduga overlaping dengan perjanjian pengikatan jual beli dan perjanjian kerja sama antara PT CEN dengan PT EMB.

“Untuk itu kami meminta kepada PT Brantas Abipraya agar menjadi perhatian dan mengambil langkah – langkah sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Namun, terang Hamzah, hingga saat ini surat yang dilayangkan ke PT Brantas belum juga digubris, dan masih tetap melanjutkan kegiatan pembangunan dan pemasaran. “Dikhawatirkan dengan adanya dugaan ini, akan semakin banyak korban konsumen perumahan,” terangnya.

Situasi dilapangan saat ini, tengah berlangsung kegiatan operasi dan pemasaran proyek perumahan Arya Green Residence yang dikembangkan oleh PT. Brantas Abipraya, dimana diduga berada diatas tanah yang bersengketa tersebut.

PT Brantas Abipraya belum dapat terkonfirmasi, Kepala Divisi Properti, Prasetyadhie, ketika dikonfirmasi melalui selulernya tidak menjawab, pesan singkat yang dikirim nya pun belum dibalas.

Sedangkan PT CEN, melalui Direktur nya, Dasep Surahman, mengelak jika pihaknya melakukan penipuan terhadap rekan bisnisnya itu.

“Sekarang gini mas, PT. EMB membeli tanah saya, sementara baru membayar Rp 6 Miliar, setelah itu tanah saya yang belum lunas pembayaran nya mereka bangun rumah dan dijual dengan harga sekitar Rp 11 Miliar, jadi siapa yang untung dan siapa yang menipu,” kata Dasep yang waktu itu menjadi Direktur PT. CEN melalui sambungan telepon nya, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa PT. EMB telah sepakat membeli tanah PT. CEN seharga Rp 52 Miliar. “Tapi cek yang diberikan merupakan cek kosong. Dan PT EMB baru membayar Rp 6 miliar, tapi malah menuntut kerugian sebesar Rp 30 miliar,” jelasnya.

Padahal, lanjut Dasep, dengan telah memberikan cek kosong kepadanya, pihaknya telah memulihkan nama baik kepada Bank karena cek tersebut telah ditolak Bank. “Intinya mah mau beli tapi tidak ada uang nya. Dan kerugian Rp 30 Miliar dasar nya apa saya tidak tahu, alasannya Oportunity Cost,” tukasnya.

Informasi yang diperoleh, PT CEN merupakan anak perusahan dari Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) yang bergerak dibidang usaha properti.

Koperasi KSB membeli saham PT. CEN dan menguasi sebanyak 65 persen pada tanggal 10 Februari 2010 berdasarkan Akta Notaris Hj. Asmoro Edi, SH No. 7.

Sejalan dengan Visi dan Misi Koperasi Sejahtera Bersama, PT. Cipta Ekatama Nusantara Sejahtera saat ini telah melaksanakan sejumlah proyek berupa pembangunan perumahan dan gedung bertingkat, salah satunya perumahan Samudera Residence yang bekerjasama dengan Induk Koperasi Angkatan Laut (INKOPAL) sebanyak 3466 unit rumah. (adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *